Polda Jabar dan Mantan Bos Beda Pendapat Soal Taufik Hidayat: Ditangkap atau Menyerah?

oleh -4 Dilihat
Polda Jabar dan Mantan Bos Beda Pendapat Soal Taufik Hidayat: Ditangkap atau Menyerah?

KabarDermayu.com – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang melibatkan Taufik Hidayat terus menarik perhatian publik. Setelah beberapa hari menjadi buronan, Taufik akhirnya diamankan oleh aparat kepolisian. Namun, muncul perbedaan keterangan mengenai proses penangkapan yang menimbulkan pertanyaan di masyarakat.

Kepolisian Daerah Jawa Barat menyatakan bahwa Taufik ditangkap setelah melalui proses pengejaran. Di sisi lain, Dadang Ahyar Ismail, yang merupakan mantan atasan Taufik, mengungkapkan bahwa tersangka memilih untuk menyerahkan diri setelah mempertimbangkan berbagai nasihat.

Perbedaan versi ini menjadi sorotan karena menyangkut kronologi pelarian Taufik sebelum diamankan oleh pihak berwenang.

Polda Jabar Tegaskan Taufik Ditangkap Usai Diburu

Polda Jawa Barat memberikan klarifikasi terkait informasi yang beredar mengenai penangkapan Taufik Hidayat. Kepala Bidang Humas Polda Jabar, Kombes Pol Hendra Rochmawan, menegaskan bahwa tersangka tidak datang menyerahkan diri secara langsung kepada polisi.

“Bukan menyerahkan diri dan ditangkap di sekitar Bandung Raya,” kata Hendra di Bandung, Kamis 25 Juni 2026.

Menurut Hendra, selama berstatus buronan, Taufik Hidayat berpindah-pindah lokasi untuk menghindari pengejaran aparat. Tim gabungan kepolisian melakukan pelacakan intensif hingga akhirnya berhasil mengamankan tersangka di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung, pada Selasa malam, 23 Juni 2026.

Polisi juga terus mendalami berbagai aspek kasus yang menjerat Taufik. Sejumlah saksi diperiksa untuk mengungkap aktivitas tersangka selama pelarian dan melengkapi alat bukti yang dibutuhkan penyidik.

Salah satu pihak yang disebut akan dimintai keterangan lebih lanjut adalah Dadang Ahyar Ismail. Polisi menilai Dadang memiliki informasi penting terkait keberadaan dan pergerakan Taufik sebelum ditangkap.

“Itu salah satu saksi dan akan kita lakukan pemeriksaan. Secara visual sudah dilakukan pemeriksaan, tapi akan ada tindak lanjut lagi,” ujarnya.

Selain fokus pada kasus yang menimpa YTR, Polda Jabar juga membuka kemungkinan adanya korban lain. Hal ini menyusul munculnya sejumlah unggahan di media sosial dari beberapa pihak yang mengaku pernah mengalami tindakan serupa dari tersangka.

“Kami menerima adanya postingan-postingan di media sosial yang mengaku sebagai korban. Kami membuka ruang kepada siapa pun yang merasa menjadi korban untuk melapor,” katanya.

Pengakuan Dadang Ahyar Mantan Bos Taufik Hidayat

Di tengah pernyataan resmi kepolisian, muncul cerita berbeda dari Dadang Ahyar Ismail yang mengaku memiliki peran dalam proses diamankannya Taufik.

Dadang mengungkap bahwa beberapa hari sebelum ditangkap, Taufik sempat menghubunginya untuk meminta pendapat terkait kasus yang tengah viral secara nasional.

“Si Taufik itu beberapa hari yang lalu nelfon ke saya ‘gimana ini pak saya mendadak viral se-Indonesia’. Terus saya liat oh iya viral, terus kamu maunya gimana kan saya bilang gitu,” kata dia.

Menurut Dadang, Taufik bahkan sempat meminta perlindungan kepadanya. Ia menduga hal tersebut berkaitan dengan fakta bahwa salah satu anaknya merupakan anggota kepolisian.

“‘Gimana ya pak, minta perlindungan’, mungkin karena saya kan punya anak di kepolisian juga. Mungkin dia mikir ke sana, ya udah gini aja kamu kalau misalkan lari-lari mujur sampai kakek-kakek pasti capek saya bilang gitu,” kata dia.

Dadang kemudian mengaku memberikan beberapa pilihan kepada Taufik terkait konsekuensi jika terus melarikan diri.

“Kedua karena di medsos itu udah rame kamu bisa saja ketangkap warga, mati di jalan atau yang ketiga ketangkap polisi ditembak. Kamu pilih aja mau yang mana, dia mikir lama sampai pada akhirnya kemarin saya ngikut bapak aja menyerahkan diri,” kata dia lebih lanjut.

Masih Ada Perbedaan Versi

Dadang menjelaskan bahwa setelah Taufik menyatakan keinginannya untuk menyerahkan diri, ia langsung menghubungi pihak kepolisian guna melakukan koordinasi. Namun, proses tersebut tidak berlangsung sederhana karena Taufik disebut terus berganti nomor telepon dan lokasi selama pelariannya.

“Ya udah saya menyerahkan diri saya telefon pihak berwenang. Kebetulan saya telfon pak Hendi kebetulan di kepolisian, saya koordinasi. Cuman masih istilahnya bikin strategi dia benar-benar menyerahkan diri karena dia ganti-ganti nomor setiap nelfon. Saya nelfon pak Hendi ‘oke pak Dadang kalau dia misalnya rencana mau ke rumah saya, pak Hendi siap-siap datang ke rumah’,” kata dia.

Hingga kini, terdapat dua versi berbeda mengenai akhir pelarian Taufik Hidayat. Polda Jawa Barat menegaskan bahwa tersangka ditangkap setelah proses pengejaran, sementara Dadang Ahyar menyebut Taufik telah memutuskan menyerahkan diri dan proses penangkapan dilakukan setelah koordinasi dengan aparat.

Perbedaan keterangan tersebut masih menjadi perhatian publik seiring berlanjutnya penyidikan kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan yang menjerat Taufik Hidayat.