Doa Lintas Agama Polri Jelang Hari Bhayangkara ke-80

oleh -4 Dilihat
Doa Lintas Agama Polri Jelang Hari Bhayangkara ke-80

KabarDermayu.com – Menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) menyelenggarakan kegiatan Doa Bersama Lintas Agama. Acara ini dilaksanakan di Auditorium Mutiara PTIK-STIK Lemdiklat Polri, Jakarta, pada hari Selasa, 30 Juni.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memanjatkan doa keselamatan bagi bangsa Indonesia. Selain itu, acara ini juga bertujuan untuk memperkuat semangat persatuan, toleransi, dan dedikasi Polri dalam melayani masyarakat.

Doa bersama ini dipimpin oleh perwakilan tokoh dari enam agama yang diakui di Indonesia. Hal ini menjadi simbol nyata kebersamaan dan keberagaman dalam upaya menjaga keutuhan bangsa.

Acara ini merupakan bagian dari rangkaian pembinaan tradisi Hari Bhayangkara ke-80, yang mengusung tema besar “Polri untuk Masyarakat”.

Ketua Pelaksana Doa Bersama Lintas Agama Hari Bhayangkara ke-80, Brigadir Jenderal Polisi Erthel Stephan, S.H., S.I.K., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan ini adalah bentuk ikhtiar spiritual.

Ia berharap seluruh rangkaian peringatan Hari Bhayangkara berjalan lancar dan membawa keberkahan bagi Polri serta seluruh masyarakat Indonesia.

“Melalui doa bersama ini, kita berharap semoga Allah Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan rahmat dan rida-Nya, sehingga apa yang diinginkan oleh masyarakat Indonesia dan Polri yang dicintai masyarakat mendapatkan rida dari Allah SWT,” ujar Brigjen Pol. Erthel Stephan.

Brigjen Pol. Erthel menambahkan, doa dipanjatkan oleh pemuka agama dari enam agama yang berbeda. Ini menunjukkan bahwa Polri merupakan institusi yang mengayomi seluruh rakyat Indonesia.

Keberagaman latar belakang agama dan golongan tidak menjadi penghalang dalam pengabdian Polri kepada masyarakat.

“Di sini, dari enam agama, kita bersama-sama memohon kepada para pemuka agama untuk menyampaikan doa menurut keyakinan masing-masing. Sehingga Polri bukan hanya milik satu kelompok saja, tetapi merupakan bagian yang perlu didukung oleh seluruh komponen masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Brigjen Pol. Erthel mengungkapkan bahwa doa bersama ini hanyalah satu dari sekitar 18 rangkaian kegiatan yang telah diselenggarakan dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80.

Seluruh kegiatan yang telah dilaksanakan merupakan upaya Polri untuk mewujudkan cita-cita menjadi institusi yang semakin dekat dan dicintai oleh masyarakat.

“Rangkaian kegiatan doa bersama ini merupakan salah satu wujud ikhtiar kita untuk menjemput takdir Allah dengan rida dari Yang Maha Kuasa, agar cita-cita ‘Polri untuk Masyarakat’ dan ‘Polri Dicintai Masyarakat’ dapat terwujud,” ungkapnya.

Selain doa lintas agama, acara ini juga diisi dengan ceramah kebangsaan. Terdapat pula pemberian santunan kepada anak yatim sebagai wujud kepedulian sosial Polri.

Kegiatan-kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menjelang puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Juli 2026.

Melalui berbagai kegiatan ini, Polri berharap semangat persatuan, toleransi, dan kebersamaan antarumat beragama dapat terus terjaga.

Hal ini diharapkan dapat menjadi fondasi yang kuat dalam mendukung terciptanya keamanan, ketertiban, dan kemajuan bangsa Indonesia.