Skenario Keterlibatan Kantin Sekolah dalam Distribusi MBG Menurut Mendikdasmen

oleh -6 Dilihat
Skenario Keterlibatan Kantin Sekolah dalam Distribusi MBG Menurut Mendikdasmen

KabarDermayu.com – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menyatakan bahwa skenario mengenai keterlibatan kantin sekolah dalam program distribusi Makan Bergizi Gratis (MBG) masih dalam tahap penyusunan. Pembahasan ini dilakukan bersama Badan Gizi Nasional (BGN).

Belum ada keputusan pasti mengenai peran kantin sekolah dan layanan lainnya dalam program MBG. Abdul Mu’ti menekankan pentingnya pengkajian mendalam agar program ini dapat berjalan optimal.

Dalam rapat tingkat menteri, telah diputuskan bahwa penerima manfaat program MBG tidak akan mencakup seluruh siswa. Program ini akan diprioritaskan bagi siswa yang benar-benar membutuhkan.

“Yang sudah diputuskan dalam rapat tingkat menteri adalah penerima MBG ini nanti tidak untuk semuanya, tetapi hanya untuk yang memerlukan,” ujar Abdul Mu’ti.

Meskipun demikian, mekanisme penerapan kebijakan ini masih dalam proses penyusunan. Tujuannya adalah agar pelaksanaan program MBG dapat berjalan secara efektif dan mencapai sasaran yang diharapkan.

Abdul Mu’ti menjelaskan bahwa kewenangan distribusi MBG berada di bawah BGN. Kemendikdasmen hanya memberikan masukan terkait pelaksanaannya agar tujuan program MBG, seperti yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto, dapat tercapai.

Semangat utama dari program MBG adalah untuk membangun generasi yang sehat secara fisik dan terbebas dari masalah stunting. Hal ini sejalan dengan visi presiden untuk masa depan bangsa.

Ia menilai bahwa penyaluran manfaat MBG akan lebih tepat sasaran jika diprioritaskan bagi siswa yang paling membutuhkan. Dengan demikian, bantuan gizi tersebut dapat memberikan dampak maksimal.

Dalam berbagai kesempatan, Kemendikdasmen terus menekankan bahwa MBG bukan sekadar program pemberian makanan bergizi. Program ini juga merupakan bagian integral dari penguatan pendidikan karakter siswa di sekolah.

Lebih lanjut, program ini merupakan salah satu dari tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Kebiasaan tersebut adalah membiasakan makan sehat dan bergizi, yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak.

Kemendikdasmen telah menerbitkan berbagai panduan mengenai bagaimana pendidikan karakter dapat diintegrasikan dengan program MBG. Tujuannya adalah untuk membentuk karakter siswa yang kuat dan sehat.

Saat ini, Kemendikdasmen terus berkoordinasi dengan BGN. Pihaknya juga masih menunggu kebijakan lanjutan yang akan diterbitkan terkait pelaksanaan program MBG ini.

“Bagaimana nanti kebijakan barunya akan disiapkan BGN sebagai institusi yang mempunyai kewenangan menyelenggarakan MBG,” katanya.