Hutan sebagai Mesin Pertumbuhan Hijau Baru, Pembangunan dan Kelestarian Beriringan

oleh -8 Dilihat
Hutan sebagai Mesin Pertumbuhan Hijau Baru, Pembangunan dan Kelestarian Beriringan

KabarDermayu.com – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menekankan pentingnya kelestarian hutan sebagai prioritas dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan.

Pernyataan ini disampaikan saat membuka Sosialisasi Revisi II Rencana Kehutanan Tingkat Nasional (RKTN) 2011–2030 di Jakarta pada Selasa, 7 Juli 2026.

Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa RKTN merupakan dokumen krusial yang memandu pengelolaan kawasan hutan di Indonesia.

Dokumen ini bertujuan menjaga keseimbangan antara pelestarian lingkungan, pembangunan ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Tantangan terbesar saat ini, menurut Menhut, bukan lagi pada penyusunan rencana, melainkan pada konsistensi pelaksanaannya.

“Tinggal sekarang yang paling penting dari sebuah perencanaan itu adalah pelaksanaannya. Bagaimana kita bisa konsisten, kita bisa istikamah berjalan pada apa yang sudah kita rencanakan ini,” ujar Raja Juli Antoni.

Penyusunan revisi RKTN ini melibatkan berbagai kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah.

Tujuannya adalah untuk menyelaraskan kebijakan kehutanan nasional dengan visi pembangunan pemerintah secara keseluruhan.

RKTN juga menjadi instrumen penting dalam mewujudkan arahan Presiden Prabowo Subianto mengenai pembangunan yang sejalan dengan kelestarian lingkungan.

Menhut menegaskan bahwa kelestarian hutan adalah kewajiban demi masa depan bangsa dan dunia.

Namun, pembangunan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja juga tidak boleh terhenti.

Oleh karena itu, pemerintah berupaya mendorong konsep “green growth” atau pertumbuhan hijau.

Hutan diharapkan dapat menjadi “new engine of growth”, yaitu mesin pertumbuhan ekonomi baru dengan pendekatan yang lebih ramah lingkungan.

Selain memperkuat tata kelola kehutanan, pemerintah juga mengembangkan instrumen baru seperti perdagangan karbon.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjaga kelestarian hutan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Di akhir acara, Raja Juli Antoni mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga konsistensi dalam menjalankan rencana yang telah disusun.

Konsistensi ini penting demi mencapai tiga tujuan utama: hutan yang lestari, pembangunan yang terus berjalan, dan kesejahteraan masyarakat yang terjamin.

“Pesan saya tunggal, sekali lagi, be consistent. Konsistenlah dengan apa yang direncanakan, untuk kemudian kita dapat mencapai tiga hal, yaitu hutan wajib lestari, pembangunan tidak boleh berhenti, dan kesejahteraan masyarakat itu pasti,” tuturnya.