Fadli Zon Dianugerahi Gelar Adat Muna Sangia Tilano Lia Metaduno, Ini Arti Pentingnya

oleh -3 Dilihat
Fadli Zon Dianugerahi Gelar Adat Muna Sangia Tilano Lia Metaduno, Ini Arti Pentingnya

KabarDermayu.com – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, baru-baru ini dianugerahi gelar kehormatan adat Muna Sangia Tialno Lia Metaduno oleh Lembaga dan Tokoh Adat Muna, Sulawesi Tenggara.

Gelar Sangia Tilano Lia Metanduno ini merupakan sebuah kebangsawanan sakral yang diberikan langsung oleh perangkat adat Kerajaan Muna. Makna harfiah gelar ini dalam bahasa Muna adalah ‘pemimpin pelindung yang bercahaya, bijaksana, dan menjadi teladan bagi masyarakat luas’.

Lebih lanjut, kata “Sangia” merujuk pada sosok pemimpin yang memiliki sifat dihormati, disegani, arif, dan bijaksana. Sementara itu, “Tilano Lia” memiliki arti ‘yang bercahaya dari dalam gua’ atau ‘cahaya yang terpancar dari kedalaman’.

“Metanduno” sendiri merujuk pada situs bersejarah Liang Metanduno, sebuah lokasi penting di Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Situs ini sarat makna, melambangkan kekuatan, perlindungan, serta jejak sejarah peradaban.

Ketua Lembaga Adat Muna, La Ode Muhammad Ruslan, menjelaskan bahwa pemberian gelar kehormatan ini merupakan bentuk penghargaan atas penetapan lukisan cadas tertua di Liang Metanduno, Goa Liangkabori Muna, sebagai lukisan tertua di dunia. Prestasi ini tercatat pada masa kepemimpinan Fadli Zon saat menjabat sebagai Menteri Kebudayaan RI.

“Atas nama lembaga adat Muna dan tokoh-tokoh adat Muna, tokoh agama, dengan dukungan Bapak Bupati Muna Bahrun, hari ini 11 Juni 2026, memberikan gelar kehormatan adat kepada Bapak Prof. Fadli Zon, Menteri Kebudayaan Republik Indonesia dengan gelar kehormatan adat Sangia Tilano Lia Mentaduno,” ujar Muhammad Ruslan saat memberikan gelar tersebut, sebagaimana dikutip pada Minggu, 12 Juli 2026.

Muhammad Ruslan mengungkapkan harapannya agar pemberian gelar kehormatan adat Muna ini dapat mempererat kedekatan antara Menteri Kebudayaan Fadli Zon dengan seluruh masyarakat Muna di Indonesia.

“Semoga dengan gelar kehormatan ini senantiasa mendapatkan Ridho dari Allah SWT, dan yang paling penting adalah mempererat hubungan silaturahim antara Bapak Menteri dengan masyarakat Muna di mana saja berada,” tuturnya.

Selain mengapresiasi Fadli Zon, Muhammad Ruslan juga menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Sultra Andi Sumangerukka dan Bupati Muna Bachrun. Ia mengakui bahwa di bawah kepemimpinan mereka, lukisan cadas tertua di dunia berhasil ditetapkan berada di Kabupaten Muna.

“Di mana Liang Metanduno (lokasi lukisan) yang mendunia, tertua dengan usia 67.800 tahun terwujud di era kepemimpinan Bapak Menteri Kebudayaan Fadli Zon, terwujud di era kepemimpinan Gubernur Sultra Andi Sumangerukka, dan terwujud di era kepemimpinan Bupati Muna Bachrun,” jelas Muhammad Ruslan.

Pemberian gelar kehormatan adat ini dilaksanakan bertepatan dengan kunjungan kerja Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, yang juga sekaligus membuka Festival Liangkabori Muna, Sulawesi Tenggara.