Omzet Ratusan Juta Koperasi Kelurahan Merah Putih Tembus

oleh -15 Dilihat
Omzet Ratusan Juta Koperasi Kelurahan Merah Putih Tembus

KabarDermayu.com – Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah, mencatat prestasi gemilang dengan menembus omzet ratusan juta rupiah. Keberhasilan ini menjadi bukti nyata geliat ekonomi kerakyatan yang terus tumbuh di wilayah tersebut.

Ketua KKMP Banjarsari, Budi Agung Setyowicoyo, menjelaskan bahwa koperasi ini didirikan dengan tujuan utama memenuhi kebutuhan masyarakat setempat. Selain itu, koperasi juga berperan penting dalam memperkuat posisi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di kawasan Banjarsari.

Meskipun baru beroperasi sejak September 2025, KKMP Banjarsari telah menunjukkan perkembangan yang pesat. Berawal dari sebuah garasi sederhana, kini koperasi ini berhasil membukukan omzet lebih dari Rp300 juta hanya dalam enam bulan pertama tahun 2026. Jumlah anggota pun mengalami peningkatan signifikan, dari 32 menjadi sekitar 130 orang.

Fokus utama operasional KKMP Banjarsari adalah penyediaan kebutuhan pokok bagi masyarakat. Namun, peranannya tidak berhenti di situ. Koperasi ini juga aktif menjalin kerja sama dengan berbagai UMKM yang ada di Kota Surakarta.

Lebih dari sekadar penjual kebutuhan pokok, KKMP Banjarsari mengemban dua fungsi strategis. Pertama, sebagai off taker atau pembeli langsung produk-produk UMKM. Kedua, sebagai pusat distribusi atau hub sembako bagi masyarakat luas.

Dengan berperan sebagai off taker, koperasi menyerap hasil produksi UMKM dan turut membantu dalam pemasarannya. Hal ini memberikan kepastian pasar bagi para pelaku usaha, yang seringkali menghadapi tantangan dalam mendistribusikan produk mereka.

Sementara itu, sebagai hub distribusi, KKMP Banjarsari bekerja sama dengan institusi besar seperti Bulog dan ID Food, serta distributor lainnya. Tujuannya adalah untuk menjamin ketersediaan pasokan, mempersingkat rantai distribusi, dan pada akhirnya menawarkan harga yang lebih kompetitif kepada masyarakat.

Budi Agung Setyowicoyo menegaskan kembali peran ganda ini. “Kami berperan sebagai off taker dari Koperasi Merah Putih terhadap UMKM dan kami juga akan memerankan diri sebagai hub untuk produk-produk kebutuhan sembako bagi warga kita,” ujarnya.

Performa finansial koperasi ini patut diacungi jempol. Setelah berhasil membukukan Sisa Hasil Usaha (SHU) sebesar Rp2 juta pada akhir tahun 2025, omzetnya melonjak drastis menjadi lebih dari Rp300 juta pada periode Januari hingga Juni 2026. Budi Agung Setyowicoyo optimis bahwa angka ini akan terus meningkat tajam hingga akhir tahun.

“Saya meyakini ke depan, dari di akhir tahun (omzet) kami akan meningkat tajam terkait dengan pembukuan SHU-nya,” ungkapnya penuh keyakinan.

Kesuksesan KKMP Banjarsari ini menjadi gambaran awal yang positif dari implementasi program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Program ini merupakan inisiatif pemerintah yang bertujuan untuk memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, mengapresiasi konsep program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Menurutnya, program ini sejalan dengan upaya pemerintah Indonesia dalam menumbuhkembangkan ekonomi kerakyatan.

Untuk memastikan keberlanjutan program ini, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah inovatif dengan mengintegrasikan pendidikan perkoperasian ke dalam kurikulum sekolah. Inisiatif ini jarang dilakukan oleh daerah lain.

Melalui Program Insersi Pendidikan Perkoperasian, Jawa Tengah menjadi pionir dalam menerapkan pendidikan koperasi secara sistematis dan berkelanjutan. Program ini menargetkan sekitar 6,38 juta peserta didik, mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama (SMP/MTs), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA/SMK/MA), termasuk Sekolah Luar Biasa (SLB).

Sumarno menjelaskan pentingnya program ini. “Kami punya konsep untuk insersi pendidikan koperasi, karena apa? pemahaman terhadap konsep koperasi mungkin belum dipahami secara utuh,” katanya, menekankan perlunya pemahaman yang mendalam mengenai prinsip-prinsip perkoperasian sejak dini.