Pria Cirebon Meninggal Saat Memancing di Tugu Lelea, Diduga Serangan Jantung

oleh -4 Dilihat
Pria Cirebon Meninggal Saat Memancing di Tugu Lelea, Diduga Serangan Jantung

KabarDermayu.com – Suasana tenang di kawasan pemancingan Blok Taman, RT 12 RW 06, Desa Tugu, Kecamatan Lelea, Kabupaten Indramayu, mendadak berubah menjadi duka mendalam pada Selasa (16/07/2024) pagi. Seorang pria paruh baya asal Cirebon ditemukan tak bernyawa di tepi kolam pemancingan tersebut.

Korban yang diketahui bernama Mulyadi (52 tahun), warga Desa Cangkring, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, diduga kuat mengalami serangan jantung saat sedang asyik melakukan hobinya memancing. Penemuan jasadnya sontak menggegerkan warga sekitar yang segera melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Menurut keterangan saksi mata yang juga sesama pemancing, Mulyadi telah berada di lokasi pemancingan sejak pagi hari. Ia terlihat menikmati kesendiriannya sembari melemparkan kail ke dalam kolam. Namun, tanpa ada tanda-tanda sebelumnya, korban tiba-tiba tergeletak di dekat peralatan pancingnya.

Petugas kepolisian dari Polsek Lelea segera mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan. Tim identifikasi melakukan pemeriksaan awal terhadap jasad korban dan area sekitarnya. Dari hasil pemeriksaan fisik luar, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan atau perkelahian.

Kapolsek Lelea, Iptu Agus Setiawan, melalui keterangan pers yang disampaikan pada media, membenarkan adanya penemuan jenazah di lokasi tersebut. “Kami menerima laporan sekitar pukul 09.00 WIB, dan segera menerjunkan tim ke lokasi,” ujar Iptu Agus.

Beliau menambahkan bahwa berdasarkan keterangan para saksi dan kondisi awal di TKP, dugaan sementara mengarah pada serangan jantung. “Kami menemukan korban dalam posisi tergeletak. Tidak ada tanda-tanda kekerasan. Dugaan awal adalah korban meninggal dunia karena sakit, kemungkinan besar serangan jantung,” jelasnya.

Meskipun dugaan kuat mengarah pada penyebab alami, pihak kepolisian tetap melakukan prosedur standar dengan membawa jenazah Mulyadi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Indramayu untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hal ini dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

Keluarga korban yang telah dihubungi pun segera menuju lokasi kejadian. Tangis pilu pecah saat mereka tiba dan melihat kondisi Mulyadi. Pihak keluarga menyatakan bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit jantung, meskipun sebelumnya tidak pernah mengalami kejadian separah ini.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi banyak orang, terutama para pencari hobi yang seringkali menghabiskan waktu berjam-jam di luar ruangan. Penting untuk selalu memperhatikan kondisi kesehatan diri, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit tertentu.

Hobi memancing, yang digemari oleh banyak kalangan, sejatinya adalah kegiatan yang menenangkan dan dapat menjadi sarana relaksasi. Namun, seperti aktivitas fisik lainnya, penting untuk tetap menjaga keseimbangan dan tidak memaksakan diri, terutama ketika kondisi tubuh sedang tidak fit.

Kawasan pemancingan Blok Taman, Desa Tugu, yang biasanya ramai dikunjungi para pemancing, hari itu diselimuti suasana haru. Peristiwa tragis ini menjadi topik pembicaraan hangat di kalangan warga, sekaligus menjadi pengingat akan kerapuhan hidup.

Pihak kepolisian pun menghimbau kepada masyarakat, khususnya para pengunjung tempat rekreasi seperti pemancingan, untuk selalu waspada terhadap kondisi kesehatan. Jika merasakan gejala yang tidak biasa, seperti nyeri dada, sesak napas, atau pusing, segera hentikan aktivitas dan cari pertolongan medis.

Bagi Mulyadi, akhir hayatnya justru datang di tengah aktivitas yang paling ia nikmati. Kisah ini menjadi catatan duka di Kabupaten Indramayu, sekaligus refleksi tentang pentingnya menjaga kesehatan di setiap lini kehidupan.