KabarDermayu.com – Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) terus berupaya memperkuat daya saing industri kreatif nasional di kancah global. Salah satu fokus utamanya adalah mendorong hilirisasi produk-produk lokal agar mampu bersaing dengan produk asing.
Langkah ini diambil untuk memastikan Indonesia tidak hanya menjadi pasar bagi produk luar negeri, tetapi juga menjadi pemain utama di pasar regional maupun internasional. Kemenekraf ingin melihat merek-merek lokal tumbuh kuat dan mampu mendominasi.
Deputi Bidang Pemanfaatan Ekonomi Kreatif Kemenekraf, Erwansyah, menekankan pentingnya ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif. Ia menyoroti bahwa subsektor kuliner masih menjadi tulang punggung perekonomian kreatif Indonesia.
Data menunjukkan bahwa subsektor kuliner menyumbang porsi terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif. Angka tersebut mencapai sekitar 41,0 persen dari total PDB ekonomi kreatif.
Meskipun begitu, industri kreatif Tanah Air masih menghadapi berbagai tantangan. Salah satu tantangan terbesar adalah bagaimana meningkatkan nilai tambah produk melalui proses hilirisasi yang efektif. Proses ini krusial untuk membangun merek lokal yang tangguh.
Erwansyah menegaskan, penguatan hilirisasi sangat penting. Tujuannya adalah menciptakan merek-merek lokal yang tidak hanya dikenal di dalam negeri, tetapi juga mampu bersaing di pasar regional dan global. Indonesia harus menjadi produsen dan inovator, bukan sekadar konsumen.
Sejalan dengan visi pemerintah, CEO Rasa Group, Sherley Ruslie, turut mendukung upaya penguatan ekonomi kreatif, khususnya di sektor Food & Beverage (F&B). Ia menekankan pentingnya ruang kolaborasi untuk mendorong inovasi, pengembangan talenta, dan peningkatan daya saing industri F&B Indonesia.
Sherley menjelaskan bahwa “House of Rasa” menjadi simbol transformasi Rasa Group. Perusahaan ini bertransformasi dari sekadar penyedia solusi bahan baku menjadi entitas yang membangun ekosistem pertumbuhan industri yang komprehensif.
Dengan kekayaan budaya kuliner yang melimpah, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pusat inovasi F&B di Asia. Sherley Ruslie percaya bahwa melalui inisiatif seperti House of Rasa, Indonesia dapat mempercepat lahirnya inovasi lokal yang mampu tampil unggul di kancah global.
House of Rasa digagas sebagai wadah bagi para inovator, pelanggan, mitra, dan seluruh pelaku industri F&B. Tujuannya adalah untuk bersama-sama menciptakan solusi yang lebih baik, membuka peluang baru, dan membawa inovasi kuliner Indonesia ke panggung dunia.





