Satpam yang Tegur Alphard Terobos Lampu Merah Angkat Bicara, Polisi Usut Dugaan Paksaan Bersujud

oleh -3 Dilihat
Satpam yang Tegur Alphard Terobos Lampu Merah Angkat Bicara, Polisi Usut Dugaan Paksaan Bersujud

KabarDermayu.com – Insiden perselisihan antara seorang petugas keamanan (satpam) dan pengemudi Toyota Alphard di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta Pusat, kini tengah menjadi sorotan hangat di tengah masyarakat.

Satpam yang terlibat dalam kejadian tersebut, Vicol, akhirnya angkat bicara untuk memberikan klarifikasi mengenai peristiwa yang sempat memicu perdebatan publik hingga berujung pada mediasi di Pos Polisi Thamrin.

Vicol mengakui bahwa dirinya memang melakukan tindakan memukul kaca mobil Alphard tersebut. Langkah itu diambil secara spontan karena ia merasa khawatir dengan keselamatan para pejalan kaki yang sedang melintas di jalur penyeberangan saat lampu lalu lintas menunjukkan warna merah bagi kendaraan.

“Setelah lampu merah menyala, giliran pejalan kaki yang lewat. Pada saat itu juga ada salah satu mobil yang menerobos lampu merah tersebut,” ujar Vicol dalam keterangannya, Jumat, 24 Juli 2026.

Ia menjelaskan bahwa emosinya terpancing saat melihat kendaraan tetap nekat melaju di tengah kerumunan orang yang sedang menyeberang. Sebagai bentuk peringatan, ia mengetuk kaca mobil sambil berteriak agar pengemudi berhenti.

Setelah insiden ketukan tersebut, Vicol mencoba kembali menegur pengemudi saat laju kendaraan melambat. Namun, ia menyatakan bahwa pengemudi tidak merespons dan tetap menutup kaca mobilnya rapat-rapat.

Situasi di lokasi kejadian kemudian memanas ketika tiga orang keluar dari mobil, termasuk sang sopir. Vicol mengaku sempat terjadi aksi saling dorong antara dirinya dan pihak pengemudi.

Demi menjaga ketertiban umum dan mencegah kemacetan lebih lanjut di kawasan tersebut, Vicol berinisiatif untuk membawa permasalahan ini ke Pos Polisi Thamrin agar dapat diselesaikan secara resmi oleh pihak berwajib.

Di hadapan petugas, Vicol mendapatkan teguran dari Kepala Pos Polisi karena tindakannya memukul kaca mobil dianggap tidak dibenarkan secara prosedur. Ia pun menyadari kesalahannya saat itu juga.

  • Vicol mengakui tindakan memukul kaca adalah sebuah kekeliruan.
  • Ia telah menyampaikan permohonan maaf secara langsung kepada pengemudi Alphard.
  • Kejadian ini dijadikan pelajaran bagi dirinya untuk lebih berhati-hati dalam bertugas.

Meski mediasi telah dilakukan, Vicol mengungkapkan bahwa ia sempat mendapatkan perlakuan intimidasi saat keluar dari pos polisi. Ia mengaku kerah bajunya ditarik oleh sopir Alphard tersebut sambil diberikan peringatan keras.

Menanggapi isu yang beredar, Kapolsek Metro Menteng, AKBP Braiel Arnold Rondonuwu, memastikan bahwa persoalan ini sudah melalui proses mediasi. Pihak kepolisian sejauh ini belum menemukan bukti adanya tindakan kekerasan fisik yang berlebihan.

Terkait isu yang menyebutkan bahwa satpam dipaksa bersujud atau diancam akan kehilangan pekerjaannya, pihak kepolisian menegaskan bahwa klaim tersebut belum didukung oleh bukti yang cukup.

“Kami masih mendalami informasi yang beredar. Sejauh ini belum ada bukti adanya pemukulan maupun kekerasan. Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau memiliki bukti lain, kami persilakan membuat laporan agar dapat kami proses sesuai ketentuan yang berlaku,” tegas AKBP Braiel.

Pihak kepolisian menyatakan bahwa penyelidikan masih terus berjalan. Polisi membuka ruang bagi siapa saja yang merasa dirugikan untuk menempuh jalur hukum dengan menyertakan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan di mata hukum.

Sebelumnya, rekaman CCTV yang beredar di media sosial menunjukkan detik-detik saat mobil Alphard hitam melintas di area penyeberangan Bundaran HI meskipun lampu bagi pejalan kaki sudah hijau. Satpam yang bertugas membantu warga menyeberang kemudian terlihat menegur pengemudi, yang memicu ketegangan di antara kedua belah pihak.