Pertamina Patra Niaga Perkuat Komitmen Keanekaragaman Hayati

oleh -6 Dilihat
Pertamina Patra Niaga Perkuat Komitmen Keanekaragaman Hayati

KabarDermayu.com – Upaya pelestarian lingkungan hidup di pesisir selatan Jawa terus mendapatkan perhatian serius, khususnya terkait perlindungan satwa penyu yang kian terancam. Melalui unit usahanya, Pertamina Patra Niaga mempertegas dedikasi mereka dalam menjaga keanekaragaman hayati melalui program berkelanjutan yang bertajuk ‘Singgah di Samudra’.

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Gajahrejo, Kabupaten Malang ini, merupakan bagian integral dari program Community Involvement Development (CID) Fuel Terminal (FT) Malang. Fokus utama dari inisiatif ini adalah memperkuat ekosistem laut serta memberikan edukasi mendalam kepada masyarakat lokal mengenai krusialnya menjaga habitat penyu agar tidak punah.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, dalam keterangannya pada Senin, 27 Juli 2026, menegaskan bahwa ‘Singgah di Samudra’ bukan sekadar seremoni lingkungan. Program ini dirancang untuk menumbuhkan kesadaran kolektif agar masyarakat memiliki rasa memiliki terhadap kelestarian pesisir dan satwa yang ada di dalamnya.

“Singgah di Samudra menjadi bukti komitmen Pertamina Patra Niaga menghadirkan program CID yang tak hanya menjaga lingkungan, tapi juga menumbuhkan kesadaran masyarakat. Harapannya, setiap peserta pulang dengan pengalaman berharga dan semangat menjaga pesisir serta penyu Indonesia,” ungkap Kitty.

Sebagai informasi, wilayah Pantai Bajulmati dan Modangan telah lama dikenal sebagai lokasi pendaratan alami bagi lima dari tujuh spesies penyu yang ada di dunia. Sejak tahun 2020, kawasan ini menjadi titik krusial dalam peta konservasi laut Indonesia. Berdasarkan data dari Bajulmati Sea Turtle Conservation (BSTC) periode 2024 hingga 2025, program ini telah mencatatkan keberhasilan luar biasa dengan melepasliarkan lebih dari 14.000 tukik yang berasal dari 19.102 butir telur penyu yang berhasil diselamatkan.

Rangkaian acara dalam kegiatan tersebut melibatkan berbagai elemen, mulai dari Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA), Perhutani, aparat Pemerintah Desa Gajahrejo, hingga komunitas penggiat konservasi. Sebanyak 200 peserta turut ambil bagian dalam serangkaian edukasi dan aksi nyata, yang meliputi:

  • Sekolah Alam Pesisir sebagai sarana edukasi bagi generasi muda.
  • Pameran diorama kreatif yang seluruhnya terbuat dari material limbah kertas.
  • Program ‘Titip Cerita untuk Samudra’ sebagai media kampanye lingkungan.
  • Pelepasliaran 1.500 ekor tukik jenis lekang ke habitat aslinya.
  • Pelepasliaran seekor penyu lekang dewasa yang telah berhasil melalui proses rehabilitasi panjang.

Langkah strategis yang dilakukan Pertamina Patra Niaga ini sejalan dengan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) yang kini menjadi standar operasional perusahaan modern. Dengan mengintegrasikan aspek pelestarian lingkungan ke dalam lini bisnisnya, perusahaan berupaya memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Ke depan, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Fokus utamanya tetap pada tiga pilar utama: konservasi habitat, edukasi lingkungan yang inklusif, serta pemberdayaan masyarakat pesisir untuk menciptakan keseimbangan antara aktivitas manusia dan keberlanjutan ekosistem laut di pesisir Malang Selatan.

Kitty Andhora menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat secara aktif adalah kunci utama keberhasilan pembangunan berkelanjutan. “Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif yang mendukung pencapaian SDGs serta penerapan prinsip ESG di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan,” pungkasnya.