PLTS di Sepanjang Tol Trans Jawa: Kementerian ESDM Beri Bocoran

oleh -11 Dilihat
PLTS di Sepanjang Tol Trans Jawa: Kementerian ESDM Beri Bocoran

KabarDermayu.com – Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mematangkan rencana strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan di sepanjang jalur transportasi darat utama. Fokus utama dari inisiatif ini adalah pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sepanjang ruas tol Trans-Jawa.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya ambisius pemerintah untuk mengejar target ambisius pembangunan PLTS dengan total kapasitas mencapai 100 Gigawatt (GW). Inovasi ini diharapkan mampu menjadi solusi energi bersih yang masif sekaligus mendukung efisiensi operasional infrastruktur jalan tol di masa depan.

Plt. Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, mengungkapkan bahwa pihaknya telah memulai proses kajian mendalam terkait proyek tersebut. “Nanti pengembangan ke depan, kemarin kami minta untuk kaji kalau sepanjang tol Jawa itu kira-kira dapat berapa kapasitas PLTS-nya,” ujar Tri Winarno saat memberikan keterangan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.

Belajar dari Keberhasilan Tol Bali Mandara

Rencana pengembangan ini tidak muncul tanpa dasar. Pemerintah merujuk pada kesuksesan implementasi PLTS di pinggir jalan tol Bali Mandara yang telah terbukti mampu memberikan kontribusi energi surya yang optimal. Keberhasilan tersebut menjadi model percontohan bagi pengembangan di jalur tol yang lebih panjang dan kompleks seperti Trans-Jawa.

Dalam proses perencanaannya, kementerian tidak hanya berfokus pada luas lahan, tetapi juga pada aspek teknis dan keamanan operasional. Tri Winarno menjelaskan bahwa salah satu tantangan terbesar adalah faktor angin yang sangat kencang di sepanjang jalur tol. Kondisi aerodinamis ini menuntut perhitungan yang sangat presisi terkait posisi dan konstruksi pemasangan panel surya agar tetap aman dan kokoh.

“Aspek-aspek teknis itu lah yang saat ini sedang menjadi bagian dari kajian pengembangan PLTS di tepi jalan tol. Kami ingin memastikan infrastruktur yang dibangun tidak hanya efisien, tetapi juga tahan terhadap kondisi lingkungan sekitar,” tambahnya.

Proyeksi Eksekusi dan Dampak Ekonomi

Terkait jadwal pelaksanaan, pemerintah bersikap realistis dengan mempertimbangkan waktu yang tersisa di tahun 2026. Tri Winarno menegaskan bahwa eksekusi fisik proyek ini direncanakan akan dimulai pada tahun 2027 mendatang. “Tahun ini kan sudah Agustus. Jadi tahun depan baru bisa dieksekusi,” terangnya.

Proyek PLTS 100 GW ini sendiri telah mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah pusat. Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, sebelumnya menyatakan bahwa peresmian tahap awal program ini akan dilakukan di Bali oleh Presiden Prabowo Subianto. Program tersebut juga telah diintegrasikan ke dalam revisi Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) milik PLN untuk periode 2025–2034.

Dampak ekonomi dari pengembangan PLTS skala besar ini diprediksi sangat signifikan bagi negara. Berdasarkan data Kementerian ESDM, inisiatif ini berpotensi menekan impor energi secara drastis dengan nilai substitusi yang diperkirakan mencapai 14,4 miliar dolar AS hingga 28,9 miliar dolar AS. Selain itu, proyek ini diproyeksikan memberikan kontribusi positif terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional hingga 26,6 miliar dolar AS.

Mengapa PLTS di Jalur Tol?

  • Optimalisasi Lahan: Memanfaatkan area kosong di tepi jalan tol yang selama ini belum digunakan secara produktif.
  • Efisiensi Distribusi: Lokasi tol yang membentang melewati berbagai pusat industri dan pemukiman memudahkan integrasi dengan jaringan listrik nasional.
  • Transisi Energi: Mendukung komitmen pemerintah dalam menurunkan emisi karbon melalui penggunaan energi bersih yang ramah lingkungan.

Dengan dimulainya kajian ini, Indonesia semakin mempertegas langkahnya menuju kemandirian energi dengan mengedepankan inovasi infrastruktur yang cerdas dan berkelanjutan.