KabarDermayu.com – Visi besar untuk menciptakan Indonesia yang lebih sehat dan sejahtera menjadi fondasi utama di balik lahirnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto. Program strategis ini bukan sekadar kebijakan populis, melainkan manifestasi dari keprihatinan mendalam sang kepala negara terhadap kondisi kesejahteraan masyarakat yang belum merata hingga saat ini.
Hashim Djojohadikusumo, selaku Ketua Dewan Pembina Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas), mengungkapkan bahwa semangat tersebut telah lama tertanam dalam jiwa Prabowo. Menurutnya, Prabowo memiliki keinginan kuat untuk memastikan bahwa setiap rakyat Indonesia dapat hidup layak dan terjaga kesehatannya, sebagai syarat mutlak demi keberlangsungan bangsa di masa depan.
“Itu juga yang tertanam di jiwa Prabowo agar rakyat sejahtera dan Indonesia abadi. Ia sedih melihat masih ada yang belum sejahtera. Program MBG lahir dari keprihatinan supaya rakyatnya sehat,” ujar Hashim dalam keterangannya yang dikutip pada Minggu, 9 Agustus 2026.
Hashim menambahkan, filosofi ini selaras dengan cita-cita luhur para pendiri bangsa yang sejak awal menginginkan adanya pemerataan kesejahteraan bagi seluruh warga negara. Langkah ini menjadi salah satu prioritas utama pemerintahan Prabowo-Gibran dalam menjaga stabilitas dan kualitas hidup masyarakat Indonesia.
Sinergi Masyarakat Sipil dan Pelaku Usaha
Kepedulian yang ditunjukkan oleh pemerintah ini mendapatkan respons positif dari berbagai elemen masyarakat sipil. Gelombang dukungan terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran terus menguat, salah satunya ditandai dengan bergabungnya Gerakan Pengusaha Merah Putih Indonesia (Gapempi) ke dalam naungan Formas.
Pengukuhan Gapempi yang dipimpin oleh Minarni Panggabean ini menambah deretan panjang organisasi yang berkomitmen mengawal agenda pembangunan nasional. Dengan bergabungnya organisasi tersebut, kini tercatat sebanyak 93 organisasi telah menjadi bagian dari Formas dari total 103 anggota yang terdaftar.
Minarni Panggabean menegaskan bahwa keterlibatan Gapempi bukan sekadar formalitas. Langkah ini merupakan upaya nyata untuk menyatukan energi dari berbagai sektor guna mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.
- Menyatukan langkah dan kolaborasi antara pemerintah, pengusaha, dan masyarakat.
- Memperkuat ketahanan ekonomi nasional melalui sinergi lintas sektor.
- Meningkatkan akses koordinasi efektif bagi pelaku usaha dalam mendukung pembangunan.
- Meningkatkan kapasitas industri nasional di tengah persaingan global yang semakin ketat.
Menurut Minarni, dunia usaha membutuhkan ruang kolaborasi yang lebih inklusif. Melalui Formas, para pengusaha berharap dapat berkontribusi lebih strategis dalam menjalankan program-program pemerintah yang berdampak langsung pada kesejahteraan rakyat.
Memperkuat Peran Masyarakat dalam Pembangunan
Ketua Umum Formas, Yohanes Handojo Budhisedjati, menyambut baik penambahan anggota baru tersebut. Ia menilai bahwa semakin banyaknya elemen masyarakat yang bergabung, semakin kuat pula peran sipil dalam mengawal dan menyukseskan agenda pemerintah.
“Dengan bertambahnya ormas ini, menambah semangat perjuangan kami untuk mendukung dan mengawal seluruh program pemerintah. Formas hadir untuk membantu mewujudkan program-program kerakyatan,” tegas Yohanes.
Program MBG sendiri dipandang sebagai salah satu instrumen penting dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Keberhasilannya tidak hanya bergantung pada pemerintah pusat, tetapi juga memerlukan kolaborasi lintas sektor yang kuat, mulai dari keterlibatan tenaga pendidik di sekolah hingga partisipasi aktif dari sektor swasta yang bergerak di bidang penyediaan gizi dan logistik.
Dengan adanya sinergi yang terus dibangun, pemerintah berharap visi Indonesia Emas 2045 bukan lagi sekadar impian, melainkan target yang bisa dicapai melalui kerja nyata dan gotong royong seluruh komponen bangsa.





