Dugaan Aborsi Paksa oleh Runner Up Raka-Raki Jawa Timur Viral

oleh -5 Dilihat
Dugaan Aborsi Paksa oleh Runner Up Raka-Raki Jawa Timur Viral

KabarDermayu.com – Jagat media sosial tengah diguncang oleh pengakuan mengejutkan dari seorang perempuan yang menjadi korban Dugaan kekerasan seksual dan pemaksaan aborsi. Kasus ini menyeret nama seorang figur publik berinisial TFR, yang dikenal sebagai Runner-up dalam ajang pemilihan duta wisata Raka-Raki Jawa Timur.

Kisah pilu ini mencuat ke permukaan setelah akun X @selinaby2 membagikan kronologi lengkap pertemuannya dengan pelaku. Awalnya, korban mengaku hanya ingin memberikan dukungan moral kepada TFR yang saat itu sedang berkompetisi di ajang Raka-Raki Jawa Timur sebagai perwakilan dari fakultas yang sama.

Awal Perkenalan yang Berujung Petaka

Interaksi keduanya bermula dari media sosial Instagram. Setelah korban mengikuti akun pelaku sebagai bentuk dukungan, TFR merespons dengan mengikuti balik dan memberikan interaksi pada unggahan-unggahan lama korban. Komunikasi pun berlanjut ke tahap pesan pribadi (DM) hingga akhirnya TFR mengajak korban untuk makan malam bersama.

Korban mengaku tidak menaruh kecurigaan apa pun saat ajakan tersebut datang. Ia menganggap pertemuan itu sebagai upaya untuk memperluas jaringan pertemanan. Namun, situasi berubah drastis setelah mereka selesai makan di kawasan Tunjungan, Surabaya.

“Dia mengajak saya ke sebuah hotel dengan dalih ingin bernostalgia dan bertemu teman-teman sesama peserta ajang pemilihan yang menginap di sana,” ungkap korban dalam utasnya.

Penjebakan di Kamar Hotel

Sesampainya di hotel, kecurigaan korban sempat muncul karena suasana lobi yang sepi. Namun, ia tetap mengikuti ajakan pelaku menuju kamar. Setibanya di dalam kamar, tidak ada satu pun orang yang ditemui. Kunci kamar pun sepenuhnya dikuasai oleh pelaku, membuat korban merasa terperangkap.

Dalam kondisi ketakutan, korban mencoba tetap tenang dengan mengalihkan perhatian ke televisi. Namun, pelaku justru melontarkan pernyataan yang membuat korban semakin terintimidasi. Puncaknya, pelaku diduga melakukan kekerasan seksual terhadap korban, bahkan mengulangi perbuatannya pada keesokan harinya.

Desakan untuk Aborsi

Dampak dari peristiwa traumatis tersebut, korban mendapati dirinya hamil. Alih-alih bertanggung jawab, TFR justru diduga memberikan tekanan psikis kepada korban agar segera menggugurkan kandungannya. Bukti percakapan WhatsApp yang beredar menunjukkan upaya sistematis pelaku untuk membujuk korban melakukan aborsi.

“Sebenarnya banyak cara, asli banyak cara. Apa dukun anak,” tulis pelaku dalam pesan yang diduga dikirimkan kepada korban.

Dalam percakapan tersebut, pelaku bahkan secara spesifik menyarankan agar aborsi dilakukan sebelum usia kehamilan mencapai 12 minggu. Pelaku beralasan bahwa dirinya tidak siap menghadapi sanksi sosial jika kabar kehamilan tersebut tersebar. Ia bahkan sempat melontarkan gagasan untuk membawa korban ke Singapura demi menjalankan praktik ilegal tersebut.

Konteks Ajang Raka-Raki Jawa Timur

Sebagai informasi, Raka-Raki Jawa Timur merupakan ajang bergengsi pemilihan duta wisata yang diharapkan menjadi representasi generasi muda berprestasi dan berintegritas. Kasus yang melibatkan pemenang atau finalis ajang ini tentu menjadi tamparan keras bagi citra ajang tersebut. Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara terkait skandal yang mencoreng nama baik ajang pemilihan duta wisata tersebut.

Kasus ini kini menjadi sorotan tajam warganet yang menuntut keadilan bagi korban serta transparansi dari pihak-pihak terkait. Masyarakat mendesak agar dugaan kekerasan seksual dan pemaksaan aborsi ini diusut tuntas sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.