Strategi Danantara dan BP BUMN Pacu Produksi LNG Pertamina demi Tekan Impor

oleh -4 Dilihat
Strategi Danantara dan BP BUMN Pacu Produksi LNG Pertamina demi Tekan Impor

KabarDermayu.com – Upaya memperkuat kedaulatan energi nasional kini menjadi agenda prioritas bagi pemerintah. Melalui koordinasi Strategis yang melibatkan BP BUMN dan Danantara, PT Pertamina (Persero) didorong untuk mengakselerasi peningkatan produksi Liquefied Natural Gas (LNG) di dalam negeri guna menekan ketergantungan terhadap impor yang selama ini membebani neraca perdagangan.

Langkah ini diambil menyusul proyeksi kebutuhan energi yang kian meningkat. Berdasarkan data yang dipaparkan dalam pertemuan di Wisma Danantara pada Kamis, 10 September 2026, Pertamina memprediksi bahwa permintaan LNG akan mendominasi bauran energi nasional pasca-2025. Bahkan, diproyeksikan pada tahun 2029, kontribusi LNG terhadap total pasokan gas nasional akan menembus angka di atas 50 persen.

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa kemandirian energi merupakan kunci stabilitas ekonomi. Menurutnya, mengandalkan pasokan domestik bukan sekadar pilihan, melainkan keharusan untuk memastikan keberlanjutan pasokan energi bagi industri maupun kebutuhan rumah tangga.

“Yang paling penting ada progres. Artinya, kalau kebutuhan kita 50 persen, kita sudah bisa suplai dari dalam negeri,” ujar Dony sebagaimana dilaporkan melalui kanal resmi BP BUMN, Jumat, 11 September 2026.

Selain berfokus pada produksi LNG, strategi penguatan energi nasional ini juga mencakup perluasan infrastruktur gas untuk masyarakat. Pertamina saat ini tengah menggeber pengembangan jaringan gas (jargas) serta pemanfaatan Compressed Natural Gas (CNG). Program ini dirancang untuk memberikan akses gas yang lebih praktis dan efisien langsung ke hunian warga.

Salah satu inovasi yang disiapkan adalah penggunaan mother station CNG. Fasilitas ini ditargetkan mampu menyalurkan pasokan gas secara merata untuk melayani hingga 12.000 rumah tangga. Dony Oskaria memberikan apresiasi atas terobosan ini, yang dinilai memiliki dampak ganda dalam menekan impor.

Pengembangan jargas dan CNG ini dipandang sebagai solusi konkret untuk menggantikan ketergantungan masyarakat terhadap LPG impor. Berikut adalah beberapa poin penting dari langkah strategis tersebut:

  • Optimalisasi Gas Domestik: Memaksimalkan pemanfaatan cadangan gas bumi Indonesia untuk kebutuhan dalam negeri.
  • Infrastruktur Terintegrasi: Penggunaan mother station sebagai hub distribusi gas yang lebih dekat dengan konsumen rumah tangga.
  • Pengurangan Beban Impor: Mengurangi ketergantungan pada LPG impor yang selama ini menjadi salah satu pos pengeluaran energi yang cukup besar.
  • Kemandirian Energi: Membangun sistem pasokan energi yang lebih tahan terhadap guncangan harga komoditas global.

“Ini bisa menurunkan ketergantungan secara signifikan. Kombinasi antara jargas dan CNG ini luar biasa. Dampaknya terhadap kita signifikan, terutama untuk mengurangi impor dan ketergantungan kita terhadap LPG,” tambah Dony. Melalui sinergi antara BP BUMN, Danantara, dan Pertamina, diharapkan target kemandirian energi nasional dapat tercapai lebih cepat, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi masyarakat luas.