Puluhan Atlet Banten Siap Berlaga di Kejurnas Ice Skating 2026 Jelang PON 2028

by -5 Views
Puluhan Atlet Banten Siap Berlaga di Kejurnas Ice Skating 2026 Jelang PON 2028

KabarDermayu.com – Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Ice Skating Indonesia 2026 menjadi ajang penting bagi Federasi Ice Skating Indonesia (FISI) Banten dalam mempersiapkan atletnya menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Ajang ini bukan hanya sekadar kompetisi, melainkan batu loncatan untuk menorehkan prestasi di kancah internasional.

Lebih dari 240 skater dari tujuh pengurus provinsi (Pengprov) berpartisipasi dalam Kejurnas Ice Skating Indonesia 2026. Acara ini diselenggarakan di Oasis Center Arena, AEON Mall Jakarta Garden City, pada tanggal 27 hingga 29 April 2026. Jumlah peserta yang terus meningkat setiap tahun menunjukkan geliat positif olahraga musim dingin di Tanah Air.

Sekretaris Jenderal FISI Banten, Natalie Read, menyatakan kebanggaannya atas peningkatan partisipasi ini. “Peminat makin banyak tiap tahun. Tahun lalu ada 211 skater, tahun ini sudah mencapai 240-an,” ungkapnya saat ditemui di lokasi pertandingan.

FISI Banten sendiri menunjukkan komitmen kuat dengan mengirimkan 49 atletnya, sebuah peningkatan signifikan dari 36 atlet pada tahun sebelumnya. Angka ini menegaskan keseriusan Banten dalam mengembangkan olahraga ice skating.

Tujuh provinsi yang turut serta dalam kompetisi ini mencakup DKI Jakarta sebagai pengirim atlet terbanyak dengan 122 peserta, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, Sumatera, Banten, dan pendatang baru, Papua. Kejurnas ini mempertandingkan dua disiplin utama, yaitu Figure Skating yang menekankan aspek artistik dan interpretasi musik, serta Short Track yang menguji kecepatan di atas balok es.

Jembatan Menuju Panggung Internasional dan PON 2028

Baca juga di sini: Kejurnas Akuatik 2026 Dibuka Anindya Bakrie, Jadi Seleksi Asian Games dan Olimpiade Remaja

Lebih dari sekadar ajang kompetisi domestik, Kejurnas Ice Skating Indonesia 2026 memiliki peran strategis. Natalie Read menjelaskan bahwa hasil dari kejuaraan ini akan menjadi dasar seleksi untuk ajang Asian Open. Indonesia beruntung tahun ini menjadi tuan rumah bagi beberapa negara tetangga, termasuk Filipina, Thailand, dan Malaysia, pada bulan Agustus mendatang.

Keikutsertaan dalam Asian Open menjadi kesempatan emas bagi para atlet muda Indonesia untuk mengukur kemampuan mereka dengan skater dari negara lain. Pengalaman bertanding di level internasional sangat krusial untuk meningkatkan mental dan teknik mereka.

Selain itu, Kejurnas ini juga menjadi bagian dari persiapan menuju debut resmi cabang olahraga ice skating di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Setelah sebelumnya sukses sebagai cabang ekshibisi di PON Aceh-Sumut, keberadaan ice skating di PON mendatang diharapkan dapat semakin mempopulerkan olahraga ini di Indonesia.

Mental Baja Atlet Muda Banten

Meskipun didominasi oleh atlet-atlet muda, mulai dari usia 5 tahun hingga kategori senior, Natalie Read mengapresiasi ketangguhan mental para skater. “Anak-anak ini strong banget. Di luar es mereka latihan keras. Kalau jatuh harus bisa bangun lagi. Atlet-atletnya sudah punya mental Olimpiade,” ujarnya.

Semangat pantang menyerah ini tercermin dalam penampilan para atlet. Jatuh dan bangkit kembali menjadi bagian tak terpisahkan dari proses latihan dan kompetisi di dunia ice skating.

Salah satu atlet muda Banten yang menunjukkan potensi besar adalah Celyn, berusia 17 tahun. Ia telah menekuni ice skating sejak usia 9 tahun dan pernah meraih prestasi di Philippine Open. Celyn memiliki target ambisius untuk naik podium di Kejurnas kali ini.

“Suka karena tempatnya dingin dan suka atlet Korea. Targetnya semoga bisa naik podium,” ungkap Celyn, yang menunjukkan dedikasi dan semangat juangnya.

Senada dengan Celyn, atlet muda Banten lainnya, Rachael, yang berkompetisi di kategori Junior, juga memiliki target pribadi yang jelas. Di usianya yang ke-17 tahun, Rachael ingin menguasai teknik double axel dan triple salchow.

“Tahun ini aku ingin landing double axel dan triple salchow. Meskipun di lapangan kita lawan teman sendiri, kita tetap harus sportif dan bangga kalau teman tampil bagus,” pungkas Rachael. Ia menargetkan untuk meraih gelar juara nasional pada tahun depan, menunjukkan ambisinya untuk terus berkembang.

Ajang Kejurnas 2026 ini semakin prestisius dengan kehadiran juri-juri internasional. Para penilai berasal dari Taiwan, Jepang, dan Korea, memastikan bahwa setiap penilaian dilakukan sesuai dengan standar olimpiade. Hal ini memberikan pengalaman berharga bagi para atlet untuk terbiasa dengan sistem penilaian internasional di arena berukuran Olympic size.

Partisipasi FISI Banten dengan puluhan atlet unggulannya di Kejurnas Ice Skating 2026 menjadi indikasi kuat kesiapan mereka menyambut PON 2028. Dengan dukungan yang terus mengalir dan semangat juang yang tinggi, para skater muda Indonesia berpotensi besar untuk mengukir prestasi gemilang di masa depan, baik di tingkat nasional maupun internasional.