Perluas Peran Pelaut Perempuan, Pertamina Jalankan Prinsip ESG Aspek Sosial

oleh -5 Dilihat
Perluas Peran Pelaut Perempuan, Pertamina Jalankan Prinsip ESG Aspek Sosial

KabarDermayu.com – PT Pertamina Patra Niaga menggarisbawahi peran krusial para perwira pelaut perempuan dalam memperkuat sumber daya manusia (SDM) maritim yang inklusif dan berkelanjutan.

Peran ini menjadi semakin penting di tengah tantangan kerja di laut yang menuntut ketangguhan dan disiplin tinggi.

Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, menyatakan bahwa penguatan SDM maritim inklusif merupakan wujud komitmen perusahaan dalam menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG), khususnya pada aspek sosial.

“Kami melihat peningkatan peran perempuan di sektor maritim bukan hanya soal kesetaraan, tetapi juga upaya membangun talenta unggul yang adaptif dan berdaya saing global,” ujar Roberth dalam sebuah keterangan, Kamis, 30 April 2026.

Melalui kegiatan Crew Sharing Session Vol. #2 yang bertajuk “At Sea Talks: From Courage to Competence, Women Powering Maritime Excellence”, Pertamina Patra Niaga menyediakan platform berbagi pengalaman langsung.

Kegiatan ini menghadirkan perwira pelaut wanita yang telah menjalankan tugas di kapal, berbagi kisah dan pengalaman mereka.

“Forum ini menjadi wadah untuk memperkuat kepercayaan diri, berbagi tantangan, sekaligus mendorong lebih banyak perempuan untuk berkarier di sektor maritim,” jelas Roberth.

Baca juga di sini: Perpanjangan Batas Akhir Lapor SPT Badan Hingga 31 Mei 2026

Saat ini, terdapat 41 perwira pelaut wanita dan 56 cadet perempuan yang bertugas di 78 kapal. Angka ini mencakup sekitar 2 persen dari total crew pool perusahaan.

Roberth menambahkan, jumlah tersebut menunjukkan peluang besar untuk meningkatkan partisipasi perempuan di sektor pelayaran yang selama ini masih didominasi oleh laki-laki.

Menurutnya, pekerjaan di laut tidak hanya membutuhkan kemampuan teknis, tetapi juga ketangguhan mental, disiplin tinggi, dan kemampuan adaptasi dalam lingkungan yang dinamis.

Kehadiran perwira perempuan di kapal membuktikan bahwa profesionalisme di dunia maritim dibangun atas dasar kompetensi dan integritas, tanpa dibatasi oleh gender.

Perusahaan terus berupaya membuka ruang pengembangan kompetensi bagi seluruh awak kapal tanpa memandang gender. Hal ini memastikan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang dan memberikan kontribusi.

“Keberagaman justru menjadi kekuatan dalam membangun tim yang solid serta operasional yang lebih efektif dan berkelanjutan,” tegas Roberth.

Ke depannya, Pertamina Patra Niaga berkomitmen untuk terus mendorong pengembangan talenta maritim. Hal ini akan diwujudkan melalui kebijakan yang mendukung kesetaraan, peningkatan kompetensi, serta penciptaan lingkungan kerja yang inklusif.