KabarDermayu.com – Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengumumkan kepada Kongres pada Jumat, 1 Mei 2026, bahwa perang dengan Iran telah dinyatakan berakhir.
Pernyataan ini disampaikan setelah Trump memberlakukan gencatan senjata selama dua minggu pada 7 April yang kemudian diperpanjang. Hal ini terjadi bertepatan dengan tenggat waktu yang diatur oleh Resolusi Kekuatan Perang tahun 1973.
Resolusi tersebut mengharuskan presiden untuk meminta persetujuan resmi dari Kongres jika ingin menyatakan perang atau mengizinkan penggunaan kekuatan militer terhadap negara lain. Tenggat waktu 60 hari sejak dimulainya permusuhan telah terlewati pada Jumat, 1 Mei 2026.
Permusuhan antara AS dan Iran sendiri telah dimulai sejak akhir Februari 2026. Namun, Kongres belum memberikan otorisasi resmi untuk tindakan militer terhadap Iran.
Baca juga di sini: 6 Shio Beruntung Mendapat Rezeki Melimpah pada 2 Mei 2026
Surat Trump kepada para pemimpin Kongres pada Jumat tersebut dinilai sebagai upaya untuk mencegah anggota parlemen membatasi tindakan militer AS di Iran. Trump tampaknya ingin menegaskan posisinya tanpa menunggu persetujuan Kongres.
Menanggapi klaim Trump, Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer melontarkan kritik keras. Melalui unggahan di platform X pada Jumat, Schumer menyebut pernyataan presiden tersebut sebagai “omong kosong”.
Schumer menambahkan bahwa perang yang terjadi adalah ilegal. Ia juga menyoroti bahwa setiap hari Partai Republik membiarkan situasi ini berlanjut, maka semakin banyak nyawa yang terancam, kekacauan yang timbul, dan harga yang meningkat, sementara rakyat Amerika yang menanggung biayanya.
Trump sendiri pada Jumat menyatakan pandangannya bahwa Resolusi Kekuatan Perang tahun 1973 tidak konstitusional. Oleh karena itu, ia menegaskan tidak akan meminta otorisasi dari Kongres.
Dalam surat terpisah yang ditujukan kepada Ketua DPR Mike Johnson dan Presiden Senat Chuck Grassley, Trump menulis bahwa tidak ada baku tembak antara Pasukan Amerika Serikat dan Iran sejak 7 April 2026. Ia menegaskan bahwa permusuhan yang dimulai pada 28 Februari 2026 telah berakhir.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Pete Hegseth, dalam kesaksiannya di hadapan Komite Angkatan Bersenjata Senat, menyatakan keyakinannya bahwa gencatan senjata dengan Iran telah menghentikan sementara kewajiban persetujuan kongres selama 60 hari terkait perang.
Namun, Senator Tim Kaine tidak sependapat dengan pandangan tersebut. Ia menyampaikan kepada Hegseth bahwa ia tidak percaya undang-undang yang ada akan mendukung argumen tersebut.
Ketika ditanya di Gedung Putih mengenai upayanya untuk meminta otorisasi dari Kongres terkait penggunaan kekuatan militer terhadap Iran, Trump mengklaim tidak akan melakukannya. Alasannya, menurut Trump, adalah karena hal tersebut belum pernah diminta oleh presiden-presiden sebelumnya.
Trump berargumen bahwa hal ini sudah sering terjadi dan belum pernah presiden sebelumnya meminta otorisasi Kongres. Ia menganggapnya sebagai sesuatu yang tidak konstitusional, namun tetap menyatakan bahwa mereka selalu berkomunikasi dengan Kongres.
Presiden AS tersebut menekankan bahwa belum pernah ada presiden yang meminta persetujuan tersebut sebelumnya, dan belum pernah digunakan sebelumnya. Ia mempertanyakan mengapa kali ini harus berbeda.





