KabarDermayu.com – Kabar gembira menyelimuti dunia sepak bola Indonesia seiring dengan kepastian promosi klub bek Timnas Indonesia, Elkan Baggott, yakni Ipswich Town, ke Premier League. Kepastian ini diraih setelah Ipswich Town berhasil mengamankan posisi sebagai runner-up di Championship musim ini.
The Blues, julukan Ipswich Town, menutup kompetisi kasta kedua sepak bola Inggris tersebut dengan raihan poin yang impresif. Mereka berhasil mengumpulkan 84 poin, hasil dari 23 kemenangan, 15 kali imbang, dan hanya mengalami delapan kekalahan.
Dengan pencapaian ini, Ipswich Town hanya membutuhkan satu musim untuk kembali merasakan atmosfer Premier League. Mereka dipastikan akan berkompetisi di liga tertinggi sepak bola Inggris tersebut pada musim 2026/2027.
Bagi Indonesia, promosi ini tentu membawa cerita tersendiri. Elkan Baggott, yang merupakan bagian dari skuad Timnas Indonesia, turut menjadi saksi dan bagian dari perjalanan bersejarah Ipswich Town. Meskipun menit bermainnya di tim utama belum begitu banyak musim ini, kontribusinya tetap tercatat dalam sejarah promosi klub.
Pemain berusia 23 tahun ini memang belum banyak mendapatkan kesempatan tampil di tim utama Ipswich Town pada musim ini. Ia beberapa kali tercatat masuk dalam daftar skuad cadangan, namun belum mencatatkan penampilan resmi di liga.
Baca juga di sini: Ide Bisnis Modal Minim untuk Generasi Z: Cuan di Era Digital
Sebelumnya, Elkan Baggott telah menimba berbagai pengalaman berharga melalui masa peminjaman ke beberapa klub lain. Ia pernah berseragam Blackpool, Bristol Rovers, dan Cheltenham Town, yang semuanya bertujuan untuk mengasah kemampuannya.
Sementara itu, nasib berbeda justru dialami oleh rekan setim Elkan Baggott di Timnas Indonesia, Ole Romeny. Pemain yang juga berdarah Indonesia ini harus merasakan pahitnya degradasi bersama klubnya, Oxford United.
Oxford United harus mengakhiri musim kompetisi di peringkat ke-22 klasemen Championship. Mereka hanya mampu meraih 11 kemenangan, 14 kali imbang, dan menderita 21 kekalahan. Hasil ini membuat Oxford United harus turun kasta ke divisi ketiga Liga Inggris.
Performa tim yang tidak stabil sepanjang musim menjadi salah satu faktor utama yang menyebabkan Oxford United terdegradasi. Kurangnya konsistensi dalam meraih poin membuat mereka kesulitan untuk bertahan di Championship.
Ole Romeny sendiri sempat tampil dalam 16 pertandingan bersama Oxford United. Namun, cedera panjang yang dialaminya usai Piala Presiden 2025 membuat kontribusinya terhadap tim menjadi terhambat. Hal ini tentu menjadi pukulan bagi pemain yang diharapkan mampu memberikan dampak signifikan.





