Bojan Hodak Angkat Bicara Usai Marc Klok Dituduh Rasisme oleh Bhayangkara FC

oleh -4 Dilihat
Bojan Hodak Angkat Bicara Usai Marc Klok Dituduh Rasisme oleh Bhayangkara FC

KabarDermayu.com – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, angkat bicara mengenai tuduhan rasisme yang dilayangkan Bhayangkara FC kepada pemainnya, Marc Klok.

Hodak meminta Bhayangkara FC untuk segera menyampaikan permintaan maaf terkait insiden tersebut.

Isu ini mencuat usai pertandingan pekan ke-30 Super League 2025/2026 antara Persib Bandung melawan Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, pada Kamis (30/4).

Dalam laga tersebut, Marc Klok dituding telah melontarkan ucapan bernada rasisme kepada striker Bhayangkara FC, Henry Doumbia.

Tuduhan ini bahkan sempat diunggah melalui akun media sosial resmi Bhayangkara FC, yang kemudian memicu perdebatan publik, termasuk momen adu argumen antara Klok dan kapten Bhayangkara FC, Wahyu Subo Seto.

Baca juga di sini: Ingin Habisi Satu Keluarga, Pelaku Curanmor di Pekanbaru Juga Bidik Suami dan Anak Korban

Namun, Marc Klok dengan tegas membantah tuduhan tersebut. Ia menjelaskan bahwa insiden yang terjadi hanyalah sebuah kesalahpahaman di lapangan dan masalah tersebut telah diselesaikan secara langsung dengan Henry Doumbia.

Bojan Hodak menekankan bahwa kejadian tersebut berlangsung di hadapan wasit. Hal ini, menurutnya, membuat kecil kemungkinan adanya pelanggaran serius yang terlewatkan dari pantauan pengadil lapangan.

“Saya akan jelaskan satu hal. Kejadian ini terjadi tepat di depan wasit. Di sana ada pemain nomor 10 (Henry Doumbia), dan ada sekitar empat atau lima pemain lainnya di sekitar situ,” ujar Hodak.

“Wasit ini adalah wasit papan atas di Asia. Jika Marc (Klok) mengatakan sesuatu yang salah, dia pasti akan langsung mendapatkan kartu merah saat itu juga,” lanjutnya, mempertegas posisi wasit dalam pengawasan insiden.

Lebih lanjut, Hodak mengungkapkan bahwa ia telah mengkonfirmasi langsung kepada beberapa pemain yang berada di dekat lokasi kejadian. Hasilnya, tidak ada satupun dari mereka yang mendengar ucapan bernada rasis dari Marc Klok.

Menurut analisis Hodak, kemungkinan besar terjadi kesalahpahaman dalam komunikasi bahasa. Ia menduga ucapan Klok yang terekam sebagai “Give me the ball back” bisa saja terdengar berbeda oleh Doumbia, mengingat perbedaan latar belakang bahasa.

“Saya langsung bertanya kepada tiga atau empat pemain setelah pertandingan. Mereka semua memberi tahu saya bahwa hal itu tidak benar. Jadi, mungkin Henri salah dengar karena bahasa Inggrisnya,” jelas Hodak, mengindikasikan adanya potensi misinterpretasi.

Hodak menegaskan bahwa persoalan tersebut sebenarnya telah tuntas di lapangan, bahkan sejak awal babak kedua. Hal ini terjadi setelah wasit turun tangan untuk menengahi kedua belah pihak.

Oleh karena itu, ia merasa heran dengan langkah Bhayangkara FC yang memilih untuk membawa isu ini ke ranah publik melalui media sosial.

“Saya rasa semuanya sudah jelas, pada awal babak kedua pun wasit sudah berbicara dengan mereka berdua dan masalahnya sudah selesai. Jadi saya tidak habis pikir kenapa Bhayangkara mengeluarkan pernyataan seperti itu,” tegasnya, menyuarakan keheranannya atas tindakan Bhayangkara FC.

“Ini memalukan bagi mereka. Menurut saya, mereka seharusnya muncul dan meminta maaf kepada Marc Klok. Sudah sangat jelas,” tutup Hodak, memberikan pandangannya mengenai langkah yang seharusnya diambil oleh Bhayangkara FC.