Obama Kembali Hadapi Tekanan Netanyahu untuk Perangi Iran

oleh -5 Dilihat
Obama Kembali Hadapi Tekanan Netanyahu untuk Perangi Iran

KabarDermayu.com – Mantan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, mengungkapkan bahwa dirinya pernah berulang kali menghadapi tekanan dari Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, untuk melancarkan konfrontasi bersenjata skala penuh dengan Iran selama masa kepemimpinannya.

Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh The New Yorker, Obama menyatakan bahwa Netanyahu menggunakan argumen dan pembenaran yang sama persis seperti yang kemudian ia sampaikan kepada Presiden AS Donald Trump.

Obama menilai bahwa dalam perkembangan terbaru, pemimpin Israel tersebut akhirnya “mendapatkan apa yang diinginkannya” terkait isu Iran. Namun, Obama juga mempertanyakan apakah hasil tersebut pada akhirnya benar-benar menguntungkan bagi warga Israel maupun Amerika Serikat.

Baca juga: Vanesha Prescilla Berubah Jadi Ibu Trauma di Film Horor Pertamanya

Ia menambahkan bahwa catatan sejarah dengan jelas menunjukkan adanya perbedaan pendapat yang mendalam antara dirinya dan Netanyahu mengenai masalah Iran. “Saya pikir ada catatan yang cukup tentang perbedaan saya dengan Netanyahu,” ujar Obama.

Di luar isu Iran, Obama menyoroti dampak pergeseran geopolitik global yang dinilainya dapat membawa konsekuensi jangka panjang terhadap stabilitas internasional. Ia menunjuk pada ketegangan yang terjadi dalam aliansi tradisional dan mengingatkan bahwa sistem internasional pasca Perang Dunia II, yang ditopang oleh lembaga seperti NATO, kini berada di bawah tekanan.

Obama juga membahas tantangan kepemimpinan global AS secara lebih luas. Ia berpendapat bahwa memulihkan kembali kepercayaan sekutu kemungkinan akan lebih sulit dibandingkan menyelesaikan persoalan domestik.

Menurut pandangannya, pengaruh AS secara historis tidak hanya bertumpu pada kekuatan militer dan ekonomi, tetapi juga pada kredibilitas serta nilai-nilai yang dipegang. Kebijakan yang tidak konsisten, kata Obama, berisiko melemahkan fondasi tersebut.

Ia menambahkan bahwa tanpa keterlibatan aktif AS, isu-isu seperti hak asasi manusia cenderung kurang mendapat perhatian di panggung global.

Meskipun mengkritik perkembangan terkini, Obama menolak anggapan bahwa kebijakan luar negeri saat ini mencerminkan perubahan besar dalam opini publik AS. Ia menegaskan bahwa masih banyak warga Amerika yang mendukung pendekatan hubungan internasional seperti yang ia terapkan selama menjabat.