Sultan Brunei Jadi Pilot Pesawat Pribadi ke KTT ASEAN di Filipina

oleh -12 Dilihat
Sultan Brunei Jadi Pilot Pesawat Pribadi ke KTT ASEAN di Filipina

KabarDermayu.com – Sultan Brunei Darussalam, Haji Hassanal Bolkiah, menunjukkan keahliannya sebagai pilot dengan menerbangkan pesawat pribadinya menuju Filipina untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN. Pesawat jenis Boeing 747 yang dikemudikan langsung oleh sang Sultan mendarat dengan selamat di Pangkalan Udara Mactan–Benito N. Ebuen pada Rabu malam, 7 Mei 2026.

Dalam perjalanan penting ini, Sultan Hassanal Bolkiah tidak sendirian. Ia didampingi oleh putranya, Pangeran Abdul Mateen. Kehadiran mereka disambut hangat oleh sejumlah pejabat Filipina setibanya di lokasi.

Sultan Brunei dikenal memiliki lisensi pilot dan kerap memanfaatkan kemampuannya untuk menerbangkan pesawat pribadinya. Tindakan ini bukan hal baru baginya, terutama saat menghadiri KTT ASEAN maupun dalam kunjungan kenegaraan lainnya. Sebelumnya, ia juga pernah menerbangkan pesawatnya sendiri saat kunjungan ke Filipina pada tahun 2017.

KTT ASEAN ke-48 dan pertemuan terkait dijadwalkan berlangsung selama dua hari, yaitu pada 7 hingga 8 Mei 2026. Sultan Brunei beserta rombongan hadir untuk berpartisipasi dalam diskusi penting tersebut.

Setibanya di Cebu, Sultan Hassanal Bolkiah dan Pangeran Abdul Mateen disambut oleh Sekretaris Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan Filipina, Rex Gatchalian. Turut menyambut kedatangan mereka adalah Gubernur Cebu, Pamela Baricuatro, serta Walikota Lapu-Lapu City, Cynthia King-Chan.

Kota Cebu dipilih sebagai tuan rumah KTT ASEAN ke-48, dengan Filipina memegang posisi ketua. Sebagian besar acara penting direncanakan akan diselenggarakan di area Mactan, yang terletak di Lapu-Lapu City.

Sehari setelah kedatangan Sultan Brunei, para pemimpin dari negara-negara anggota ASEAN lainnya juga mulai berdatangan. Pada Kamis, 8 Mei 2026, terlihat kehadiran Perdana Menteri Timor Leste, Kay Rala Xanana Gusmao, Perdana Menteri Vietnam, Le Minh Hung, Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, dan Perdana Menteri Kamboja, Samdech Moha Borvor Thipadei Hun Manet.

Selain itu, hadir pula Perdana Menteri Malaysia, Datu Seri Anwar Bin Ibrahim, Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvikarul, dan Perdana Menteri Singapura, Lawrence Wong. Kehadiran para pemimpin ini menunjukkan pentingnya forum KTT ASEAN bagi kawasan.

Secara keseluruhan, hampir seluruh pemimpin negara ASEAN hadir dalam pertemuan ini. Satu-satunya negara yang tidak diwakili oleh pemimpinnya adalah Myanmar. Myanmar akan diwakili oleh Sekretaris Tetap Kementerian Luar Negerinya.

Presiden Filipina, Bongbong Marcos Jr., yang juga merupakan tuan rumah KTT, aktif mengadakan serangkaian pertemuan. Pada Kamis sore, ia menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Vietnam. Selain itu, Presiden Marcos memimpin KTT Khusus Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Filipina Kawasan Pertumbuhan ASEAN Timur (BIMP-EAGA).

Rangkaian KTT ini akan ditutup dengan pertemuan trilateral yang melibatkan Perdana Menteri Kamboja, Samdech Moha Borvor Thipadei Hun Manet, dan Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul. Setelah itu, para pemimpin ASEAN akan dijamu dalam acara makan malam bersama.

Seluruh pemimpin dijadwalkan akan berkumpul kembali pada Jumat pagi untuk agenda penutupan dan pernyataan bersama.

Baca juga: Cara Mudah Unduh OptiFine Minecraft, Tingkatkan FPS dan Kualitas Grafis

Sebelum KTT dimulai, Presiden Marcos Jr. telah menyampaikan bahwa pertemuan ini akan berfokus pada tiga prioritas utama. Ketiga prioritas tersebut meliputi isu keamanan energi, ketahanan pangan, dan keselamatan warga negara ASEAN.