KabarDermayu.com – Polemik terkait penjualan rumah mewah di kawasan Kemang, Jakarta Selatan, antara Rachel Vennya dan mantan suaminya, Niko Al Hakim alias Okin, tampaknya masih bergulir. Pihak Rachel Vennya akhirnya memberikan lampu hijau terkait rencana penjualan rumah tersebut, namun dengan satu syarat penting yang harus dipenuhi.
Melalui kuasa hukumnya, Sangun Ragahdo, Rachel menyatakan tidak keberatan jika Okin menjual aset properti tersebut. Namun, ada satu hal mendasar yang harus diselesaikan terlebih dahulu sebelum proses penjualan dilanjutkan.
Sangun Ragahdo menjelaskan bahwa Rachel Vennya ingin memastikan kewajiban Okin terkait nafkah dan kebutuhan anak-anak mereka terpenuhi sepenuhnya. Ia menekankan bahwa ini adalah prioritas utama Rachel dalam menyelesaikan permasalahan ini.
“Rachel ini gak mau pusing, dalam artian kalau memang rumah ini mau dijual Saudara Niko, silakan aja jual,” ujar Sangun Ragahdo, seperti dikutip dari kanal YouTube Cumi Cumi pada Minggu, 10 Mei 2026.
“Cuma tolong, kewajibannya yang kemarin-kemarin itu, ada ya kewajiban yang belum tertunaikan lah, tolonglah diselesaikan,” lanjutnya, menegaskan tuntutan kliennya.
Menurut Sangun, pihak Okin sebenarnya telah berupaya mengajukan proposal perdamaian dan mengajak Rachel untuk berdiskusi mencari solusi terbaik. Namun, Rachel merasa isi kesepakatan yang ditawarkan belum sesuai dengan perhitungan rinci mengenai tanggung jawab Okin selama ini.
“Karena dari awal proposal awal banyak yang gak sesuailah terkait dengan angka,” ungkap Sangun Ragahdo.
Baca juga: Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu Mulai Agustus 2026
Ia menambahkan bahwa angka yang dimaksud merujuk pada perhitungan kewajiban Okin selama beberapa tahun terakhir, termasuk biaya sekolah anak-anak dan nafkah. Rachel ingin memastikan semua kewajiban tersebut tuntas dibayarkan.
Pihak Rachel menegaskan kembali bahwa fokus utamanya saat ini bukanlah soal kepemilikan rumah itu sendiri. Yang terpenting bagi Rachel adalah hak anak-anak mereka yang belum sepenuhnya terpenuhi.
Rachel Vennya disebut tidak mempermasalahkan berapa pun nilai jual rumah tersebut nantinya. Asalkan, hasil penjualannya digunakan untuk melunasi seluruh kewajiban Okin yang tertunda.
“Mau rumah ini dijual 10 miliar, 20 miliar, 100 miliar sekalipun, Rachel gak peduli. Yang penting rumah ini terjual, kewajiban Saudara Niko diselesaikan. Udah itu aja,” tegas Sangun Ragahdo.
Awal Mula Konflik Properti
Konflik mengenai rumah ini bermula dari properti di Kemang yang dibeli Okin menggunakan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dengan cicilan bulanan yang cukup besar, mencapai Rp52 juta. Setelah resmi bercerai pada tahun 2021, Rachel dikabarkan rela melepaskan haknya atas uang mut’ah sebesar Rp1 miliar dan nafkah bulanan Rp50 juta.
Langkah ini diambil Rachel dengan harapan Okin dapat lebih fokus melunasi cicilan rumah tersebut demi masa depan kedua anak mereka.
Pasca perceraian, Rachel mengambil alih kepemilikan rumah tersebut dan melakukan renovasi besar-besaran yang diperkirakan menghabiskan biaya miliaran rupiah. Saat ini, rumah tersebut dihuni oleh Rachel bersama keluarga dan kedua anaknya.
Namun, permasalahan mulai timbul ketika pembayaran cicilan KPR dan nafkah anak disebut sempat terhenti di tengah jalan. Rachel akhirnya terpaksa menanggung sendiri berbagai kebutuhan rumah tangga dan anak-anaknya.
Hal ini terjadi karena kesepakatan awal mereka hanya didasarkan pada kepercayaan, tanpa adanya dokumen tertulis yang mengikat secara hukum.
Perselisihan antara keduanya semakin memanas ketika Rachel mengetahui bahwa rumah tersebut akan dijual secara diam-diam. Kabar ini terungkap ketika ada pihak asing yang datang ke rumah untuk melakukan survei tanpa pemberitahuan sebelumnya kepada Rachel.
Di sisi lain, Okin mengakui bahwa ia memang berencana menjual rumah tersebut. Keputusan ini diambil karena konflik yang terus berlarut-larut antara dirinya dan Rachel.
Okin juga menegaskan bahwa rumah tersebut merupakan bagian dari aset pribadinya yang masuk dalam pembagian harta gono-gini setelah perceraian mereka pada tahun 2021.
Hingga kini, upaya mediasi antara kedua belah pihak masih belum menunjukkan titik terang penyelesaian. Konflik ini terus menjadi sorotan publik, terutama setelah muncul kabar bahwa Rachel Vennya sampai harus mencari rumah kontrakan karena properti tersebut akan dijual.





