KabarDermayu.com – Sebuah insiden tragis merenggut nyawa ibu dan anak di Embung Sigit, Desa Sigit, Kecamatan Tangen, Kabupaten Sragen. Sepasang suami istri dan buah hati mereka yang berusia tujuh tahun asal Kecamatan Jaten, Kabupaten Karanganyar, dilaporkan tenggelam, namun hanya sang ayah yang berhasil selamat.
Peristiwa nahas ini sontak menggegerkan warga sekitar. Kerumunan warga segera mendatangi lokasi kejadian untuk menyaksikan proses evakuasi yang dilakukan oleh tim gabungan.
Kepala Desa Sigit, Wardoyo, menjelaskan bahwa sebelum kejadian tragis itu terjadi, keluarga tersebut sedang beraktivitas di sekitar area embung. Sang ibu, Yasmi Egi (27), sedang berlari mengelilingi embung.
Sementara itu, sang ayah, Irfan Agus (28), duduk santai di pinggiran embung bersama putri mereka, Debia (7). Suasana sore itu tampak tenang sebelum tragedi datang.
Saat sedang menikmati waktu sore, putri mereka tiba-tiba terpeleset dan jatuh ke dalam embung yang memiliki kedalaman cukup signifikan. Sang ayah yang melihat kejadian tersebut langsung menceburkan diri untuk berusaha menyelamatkan putrinya.
Melihat suami dan anaknya tercebur, sang ibu panik karena keduanya tak kunjung muncul ke permukaan air. Tanpa berpikir panjang, Yasmi segera berlari dan ikut terjun ke dalam embung untuk memberikan pertolongan.
Baca juga: Bintang-bintang Terkemuka Championship Liga 2 Musim 2025/26
Namun nahas, setelah terjun, sang ibu juga tidak segera terlihat muncul ke permukaan. Sang ayah berhasil selamat dari kejadian tersebut, namun nahasnya, sang anak dan sang ibu ditemukan meninggal dunia.
Wardoyo menambahkan bahwa Embung Sigit memang kerap ramai dikunjungi warga untuk berolahraga, terutama pada sore hari. Namun, pada saat kejadian tersebut, kondisi embung dilaporkan masih relatif sepi.
Lebih lanjut, Wardoyo mengungkapkan bahwa jenazah sang ibu baru ditemukan setelah jenazah sang anak berhasil dievakuasi dan dinyatakan meninggal. Tim relawan bersama petugas medis segera melakukan upaya penyelamatan terhadap seluruh anggota keluarga tersebut.
Meskipun berhasil selamat dari maut, sang ayah dilaporkan mengalami trauma berat atas kejadian yang merenggut kedua orang terkasihnya tersebut. Kesedihan mendalam menyelimuti Irfan Agus.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, meskipun keluarga tersebut ber-KTP warga Jaten, Karanganyar, sang ibu diketahui merupakan warga Desa Ngrombo, Kecamatan Tangen. Ia juga diketahui memiliki rumah di Kecamatan Tangen.





