KabarDermayu.com – Tragedi tabrakan kereta api yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin, 27 April 2026 malam, dilaporkan telah merenggut nyawa lima orang. Angka ini merupakan pembaruan dari laporan Tim SAR yang terus bekerja tanpa henti.
Hingga Selasa, 28 April 2026 dini hari, tepatnya pukul 05.00 WIB, tim penyelamat masih berupaya keras mengeluarkan tiga korban yang dilaporkan masih terjebak di dalam rangkaian gerbong KRL nomor 8. Gerbong ini diketahui merupakan gerbong khusus penumpang wanita.
Kepala Basarnas, Mohammad Syafii, menyatakan bahwa fokus utama tim SAR saat ini adalah melanjutkan proses evakuasi para korban yang terjepit. Ia juga tidak menutup kemungkinan bahwa jumlah korban meninggal dunia dapat bertambah seiring dengan berjalannya proses evakuasi tersebut.
“Sementara ini korban ada lima (meninggal dunia),” ujar Syafii pada Selasa, 28 April 2026.
Dalam upaya penyelamatan ini, Syafii telah memberikan instruksi tegas kepada tim SAR untuk tidak melakukan pergeseran pada gerbong kereta. Hal ini dilakukan guna mencegah risiko cedera yang lebih parah bagi para korban yang terjebak.
Tim SAR lebih memilih menggunakan teknik khusus seperti cutting (pemotongan) dan lifting (pengangkatan material) untuk memisahkan tubuh korban dari himpitan logam gerbong.
“Kami tidak ingin ada pergerakan yang malah memperburuk kondisi mereka. Ekstrikasi dilakukan secara perlahan hingga badan korban terpisah dari material yang menghimpit,” jelasnya.
Ia memastikan bahwa Tim SAR gabungan akan bekerja seoptimal mungkin demi keselamatan seluruh penumpang KRL yang menjadi korban dalam insiden ini.
Syafii menambahkan, “Kejadian ini merupakan duka mendalam bagi kita semua. Kami mohon doa dari seluruh rakyat Indonesia agar proses evakuasi ini bisa segera tuntas dan seluruh korban dapat segera dikeluarkan dalam kondisi selamat.”
Baca juga di sini: Manajemen Taksi Listrik Buka Suara soal Kecelakaan Kereta, Siap Dukung Investigasi
Insiden tragis ini sendiri terjadi pada Senin malam, sekitar pukul 20.55 WIB. Tabrakan melibatkan Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dengan nomor perjalanan 4, yang melayani rute Gambir menuju Surabaya Pasar Turi, dengan rangkaian KRL di Stasiun Bekasi Timur (BKST).





