KabarDermayu.com – Insiden tragis terjadi di destinasi wisata populer Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur. Sebuah jembatan gantung di Obyek Wisata Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, dilaporkan ambruk pada Minggu, 25 Mei 2026.
Akibat peristiwa nahas tersebut, dua orang turis asal Austria dilaporkan tewas. Korban adalah Jurgen, seorang pria berusia 55 tahun, dan Astrid, seorang wanita berusia 57 tahun.
Peristiwa ini berawal ketika kedua korban terjatuh ke dasar sungai dari jembatan gantung yang diduga rapuh. Kejadian ini diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.30 WITA.
Laporan mengenai insiden ini segera diterima oleh tim SAR. Menanggapi laporan tersebut, Pos SAR Manggarai Barat segera bergerak cepat.
Lima personel *rescue* dikerahkan menuju lokasi kejadian pada pukul 12.45 WITA. Tim SAR tiba di lokasi sekitar pukul 13.15 WITA untuk memulai operasi penyelamatan.
Setelah berkoordinasi dengan berbagai unsur terkait, tim SAR gabungan bergerak menuju dasar sungai tempat kedua korban berada. Tujuannya adalah untuk melakukan proses evakuasi.
Proses evakuasi kedua korban dari dasar sungai berhasil dilakukan pada pukul 14.35 WITA. Keduanya kemudian segera dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Komodo.
Baca juga: Hipmi Kalteng Bantah Penolakan Lokasi Munas XVIII Lampung
Setibanya di RSUD Komodo sekitar pukul 15.33 WITA, kedua korban diserahkan kepada pihak rumah sakit untuk penanganan lebih lanjut. Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, mengonfirmasi keberhasilan evakuasi ini.
“Korban berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan dan dibawa menggunakan ambulans menuju RSUD Komodo,” ujar Fathur Rahman saat dihubungi dari Kupang pada Minggu malam.
Fathur Rahman menambahkan bahwa tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi kedua korban dari dasar sungai sebelum dibawa ke rumah sakit untuk proses identifikasi.
Meskipun cuaca di lokasi kejadian dalam kondisi cerah saat proses evakuasi, tim SAR sempat menghadapi kendala jaringan komunikasi selama operasi berlangsung.
Dengan selesainya proses evakuasi korban, operasi SAR dinyatakan telah selesai dan diusulkan untuk ditutup. Hal ini menandakan berakhirnya upaya penyelamatan di lokasi kejadian.
Operasi SAR ini melibatkan kerja sama yang solid dari berbagai pihak. Personel dari Pos SAR Manggarai Barat, Polres Manggarai Barat, Polsek Samanggoang, BPBD Manggarai Barat, Babinsa Beliling, Satpol PP, Dinas Pariwisata, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat setempat turut berpartisipasi.
Dalam pelaksanaan operasi tersebut, tim SAR gabungan menggunakan berbagai sarana dan prasarana. Di antaranya adalah satu unit truk personel, peralatan medis, perlengkapan evakuasi, serta dua unit ambulans dari RSUD Komodo.





