Finpay Mendukung Perluasan QRIS ke China, Tingkatkan Kecepatan dan Keamanan Transaksi Digital

oleh -6 Dilihat
Finpay Mendukung Perluasan QRIS ke China, Tingkatkan Kecepatan dan Keamanan Transaksi Digital

KabarDermayu.com – Bank Indonesia (BI) secara resmi meluncurkan implementasi QRIS antarnegara yang kini mencakup Republik Rakyat China (RRC). Peluncuran ini dilaksanakan bersamaan dengan peresmian Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI).

Dengan terjalinnya konektivitas antara QRIS dan sistem QR China, masyarakat kini dapat menikmati kemudahan bertransaksi menggunakan ponsel. Kolaborasi sistem pembayaran lintas negara ini menjadi langkah signifikan, mengingat nilai transaksi perdagangan antara Indonesia dan China yang mencapai angka substantial, yaitu US$18 miliar.

Apep Noormansyah, Direktur Technology Product and Operation sekaligus Pelaksana Tugas Direktur Finance Risk and Management Finnet Indonesia (Finpay), menyatakan bahwa peluncuran perdana QRIS lintas negara di China ini menandai babak baru dalam transformasi sistem pembayaran digital Indonesia di kancah internasional.

Langkah strategis ini sangat membuka kemudahan bagi warga Indonesia yang berada di China, baik itu wisatawan maupun pelaku bisnis. Mereka kini dapat melakukan transaksi secara instan hanya dengan memindai kode QR. Hal ini menghilangkan kerumitan dalam menukarkan uang tunai atau menggunakan metode pembayaran konvensional yang lebih kompleks.

“Kehadiran QRIS di China sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur digital nasional dalam mendukung konektivitas sistem pembayaran regional yang semakin terintegrasi di era ekonomi digital global,” ujar Apep dalam keterangan tertulisnya, dikutip Senin, 11 Mei 2026.

Apep menambahkan bahwa perluasan penggunaan QRIS di China merupakan bagian krusial dari upaya penguatan ekosistem transaksi lintas negara. Tujuannya adalah untuk menciptakan sistem yang aman, cepat, dan transparan. Dengan sistem pembayaran yang semakin terkoneksi, masyarakat Indonesia dapat melakukan transaksi di berbagai gerai di China menggunakan aplikasi pembayaran domestik yang telah terintegrasi dengan layanan QRIS.

Kemudahan ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat Indonesia saat bepergian ke luar negeri. Terlebih lagi, China merupakan salah satu pusat perdagangan dan destinasi wisata internasional terbesar di dunia. Apep menekankan bahwa pengguna tidak perlu lagi khawatir mengenai risiko membawa uang tunai dalam jumlah besar atau dikenakan biaya tambahan akibat penukaran mata uang asing.

Baca juga: Grace Natalie Minta Ahmad Ali Tak Kaitkan Kasusnya dengan PSI

Implementasi QRIS lintas negara ini juga mencerminkan pergeseran gaya hidup digital masyarakat modern. Kini, transaksi non-tunai semakin mendominasi berbagai aktivitas sehari-hari. Sistem pembayaran berbasis QR dinilai mampu memberikan efisiensi yang lebih tinggi karena proses transaksinya berlangsung secara *real-time* dan terintegrasi secara digital.

Di balik kelancaran sistem ini, dukungan infrastruktur teknologi memegang peranan utama. Finpay telah mempersiapkan kapasitas teknologi yang mumpuni untuk menangani volume transaksi yang besar.

“Finpay menghadirkan kapasitas teknologi yang mampu menangani hingga 1.500 transaksi per detik guna memastikan stabilitas layanan tetap terjaga di tengah potensi peningkatan volume transaksi internasional,” ujar Apep.

Kemampuan ini sangat penting untuk mendukung perluasan inklusi keuangan digital sekaligus menjaga kenyamanan pengguna saat melakukan pembayaran lintas negara. Infrastruktur yang andal juga menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital nasional di pasar global.

Ekspansi QRIS ke China ini semakin mempertegas posisi Indonesia dalam pengembangan sistem pembayaran digital regional. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam membangun konektivitas ekonomi digital antarnegara serta mempercepat integrasi ekosistem finansial global.

Ke depan, inovasi layanan pembayaran digital diprediksi akan terus berkembang. Hal ini sejalan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan transaksi yang praktis, aman, dan tanpa batas wilayah.

“QRIS pun dipandang bukan lagi sekadar alat pembayaran, tetapi telah menjadi bagian dari transformasi gaya hidup digital masyarakat Indonesia di era modern,” pungkasnya.