BTN dan MKP Bersinergi Kembangkan Ekosistem Keuangan Digital Pariwisata Bali

oleh -7 Dilihat
BTN dan MKP Bersinergi Kembangkan Ekosistem Keuangan Digital Pariwisata Bali

KabarDermayu.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menjalin kemitraan strategis dengan PT Mitra Kasih Perkasa (MKP) untuk memperluas layanan berbasis ekosistem. Fokus utama kolaborasi ini adalah mendorong digitalisasi sektor pariwisata di Bali.

Kerja sama ini mencakup pengembangan sistem ticketing yang terintegrasi dan penyediaan layanan keuangan digital di berbagai destinasi serta pelabuhan wisata di Pulau Dewata.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menegaskan bahwa BTN tidak hanya berperan sebagai penyedia layanan perbankan, tetapi juga sebagai bagian integral dari keseluruhan pengalaman wisatawan.

Langkah ini merupakan strategi BTN untuk memperluas jangkauan layanannya dalam ekosistem, terutama di sektor pariwisata yang memiliki potensi transaksi tinggi dan melibatkan banyak pelaku usaha lokal.

Penguatan ekosistem pariwisata digital ini juga akan terintegrasi dengan “Bale by BTN,” aplikasi super milik perseroan. Melalui aplikasi ini, wisatawan akan dapat mengakses berbagai layanan dalam satu platform.

Wisatawan dapat melakukan pemesanan tiket wisata dan transportasi, melakukan pembayaran digital, hingga memenuhi berbagai kebutuhan transaksi lainnya selama berada di destinasi wisata.

“Kami mendorong agar ini menjadi platform yang tidak hanya melayani kebutuhan perbankan, tetapi juga mendukung gaya hidup dan ekosistem transaksi masyarakat, termasuk sektor pariwisata,” jelas Nixon.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara penandatanganan nota kesepahaman (MoU) layanan keuangan digital wisata di Jakarta, pada Selasa, 12 Mei 2026.

Dalam kolaborasi ini, MKP akan bertindak sebagai penyedia sistem ticketing terintegrasi. Sementara itu, BTN akan menjadi mitra perbankan eksklusif yang mendukung transaksi tunai maupun non-tunai.

Seluruh proses penyelesaian transaksi (settlement) akan ditempatkan pada rekening BTN. Tujuannya adalah untuk memperkuat ekosistem keuangan yang lebih terintegrasi dan efisien.

BTN juga berkomitmen menghadirkan berbagai kanal layanan perbankan di kawasan wisata dan pelabuhan. Ini termasuk penempatan ATM dan CRM.

Baca juga: KDM Akan Merapikan Fasilitas Seni dan Budaya di Jawa Barat

Selain itu, akan disediakan layanan pembayaran melalui EDC dan QRIS bagi para merchant dan UMKM, serta berbagai layanan transaksi digital lainnya.

BTN juga akan mendapatkan peran sebagai mitra branding eksklusif. Ini berarti merek BTN akan mendapatkan eksposur di berbagai titik interaksi wisatawan.

Titik-titik tersebut meliputi area pelabuhan, gerbang tiket, boarding pass, penanda di kawasan wisata, area tunggu penumpang, hingga fasilitas pendukung lainnya.

“Kemitraan ini merupakan langkah strategis dalam memperluas kehadiran layanan keuangan pada sektor dengan aktivitas dan potensi transaksi yang tinggi,” terang Nixon.

Inisiatif ini diharapkan membuka peluang pertumbuhan transaksi, penghimpunan dana, serta penguatan basis nasabah dalam ekosistem pariwisata. Di sisi lain, dukungan kapabilitas digital dan jaringan layanan BTN juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan.

Selain itu, efisiensi operasional kawasan wisata juga menjadi target dari kerja sama ini. “Kami optimistis kerja sama ini dapat menciptakan nilai bisnis yang saling menguntungkan dan berkelanjutan bagi kedua belah pihak,” kata Nixon.

Dia menambahkan, sektor pariwisata Bali memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui layanan keuangan dan transaksi digital yang terintegrasi. Hal ini mengingat jumlah kunjungan wisatawan yang signifikan.

Pada tahun 2025, jumlah kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara ke Bali diperkirakan mencapai sekitar 16,3 juta orang. Kontribusi devisa pariwisata dari angka tersebut diproyeksikan sebesar Rp176 triliun.

Nixon menyatakan bahwa PT MKP memiliki posisi strategis dalam ekosistem pelabuhan dan destinasi wisata Bali. Beberapa lokasi strategis yang disebutkan meliputi Pelabuhan Matahari Terbit Sanur dengan sekitar 1,25 juta pengunjung per tahun.

Destinasi lain yang disebutkan adalah Desa Wisata Penglipuran dengan sekitar 724 ribu pengunjung per tahun. Kemudian, Pelabuhan Sampalan Nusa Penida sekitar 465 ribu pengunjung.

Selanjutnya, Pelabuhan Serangan Denpasar dengan sekitar 284 ribu pengunjung, serta Pelabuhan Bias Munjul Nusa Ceningan dengan sekitar 9 ribu pengunjung per tahun.

Sebelum kerja sama pengembangan ekosistem wisata Bali ini berjalan, BTN dan MKP telah memiliki rekam jejak kolaborasi dalam beberapa proyek digitalisasi. Ini termasuk fitur pemesanan tiket wisata di Bale by BTN.

Mereka juga telah terlibat dalam digitalisasi ticketing kawasan wisata Ancol, serta digitalisasi sistem pembayaran dan core system INKOPPAS.

Total trafik pada ekosistem MKP saat ini mencapai lebih dari 4 juta pengunjung per tahun. Potensi volume transaksi dari ekosistem ini diperkirakan mencapai sekitar Rp280 miliar per tahun.

Kolaborasi ini menjadi contoh nyata bagaimana perbankan digital, ekosistem gaya hidup, dan ekosistem pariwisata dapat terintegrasi secara menyeluruh atau *end-to-end*.

“Kami berharap kerja sama ini memberi manfaat besar bagi kedua institusi sekaligus mendukung pariwisata nasional yang lebih modern, terintegrasi, dan digital,” terang Nixon.

Sementara itu, CEO & Co-Founder MKP, Nicholas Anggada, menyambut baik kolaborasi dengan BTN. Ia menyebutnya sebagai langkah strategis untuk memperkuat layanan sekaligus mengintegrasikan layanan keuangan dengan ekosistem pariwisata nasional yang semakin terdigitalisasi.

Melalui unit bisnis travel technology-nya, MKP memposisikan diri sebagai mitra solusi perbankan *front-end*. Perusahaan ini menghubungkan ekosistem ticketing, pembayaran, settlement, hingga pengelolaan data transaksi dalam satu infrastruktur digital terpadu.

“Pariwisata hari ini tidak lagi hanya berbicara mengenai destinasi, tetapi bagaimana seluruh perjalanan pelanggan dapat terhubung secara mulus mulai dari pemesanan, pembayaran, naik ke transportasi, hingga transaksi di area destinasi,” ujar Nicholas.

“Bersama BTN, MKP membangun ekosistem pariwisata yang terhubung (*connected tourism ecosystem*) yang mengintegrasikan layanan wisata dengan sistem keuangan digital secara *end-to-end*,” tambahnya.

Melalui unit bisnis travel technology, MKP saat ini dipercaya bersama BTN untuk mendukung pengelolaan transaksi operator kapal dan layanan wisata di sejumlah pelabuhan strategis di Bali dan Nusa Penida.

Pelabuhan-pelabuhan tersebut meliputi Pelabuhan Sanur Matahari Terbit, Pelabuhan Sampalan Nusa Penida, Pelabuhan Bias Munjul Nusa Ceningan, dan Pelabuhan Sire Angen Serangan.

MKP juga tercatat sebagai perusahaan teknologi pertama dan satu-satunya yang telah terverifikasi oleh Kementerian Perhubungan. Verifikasi ini melalui Surat Edaran (SE) Direktur Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) Nomor 33 Tahun 2023 tentang implementasi *e-ticketing* pelayaran penumpang.