Israel Diam-diam Kirim Iron Dome ke UEA, Apa Tujuannya?

oleh -6 Dilihat
Israel Diam-diam Kirim Iron Dome ke UEA, Apa Tujuannya?

KabarDermayu.com – Duta Besar Amerika Serikat untuk Israel, Mike Huckabee, mengonfirmasi bahwa Israel telah mengirimkan sistem pertahanan udara Iron Dome beserta personelnya ke Uni Emirat Arab (UEA).

Informasi ini diperoleh dari sumber yang memahami masalah tersebut dan disampaikan kepada Reuters. Baterai pertahanan itu terdiri dari radar dan peluncur rudal, yang ditujukan untuk membantu UEA menghadapi serangan dari Iran.

Iran disebut sebagai pihak yang paling sering melancarkan serangan ke UEA dibandingkan negara lain. Serangan ini terjadi di tengah konflik yang dimulai pada 28 Februari, pasca serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Bahkan, selama periode gencatan senjata yang berlaku saat ini, Iran dilaporkan masih terus melakukan serangan ke wilayah UEA.

Huckabee menyatakan bahwa pengiriman Iron Dome ini merupakan bukti hubungan yang luar biasa antara UEA dan Israel, yang terjalin melalui Abraham Accords. Pernyataannya ini disampaikan dalam sebuah acara di Tel Aviv dan dikutip oleh Reuters pada Selasa, 12 Mei 2026.

Abraham Accords adalah kesepakatan yang ditandatangani pada tahun 2020, yang secara resmi membuka hubungan diplomatik antara Israel dan UEA.

Sebelumnya, Israel juga pernah melakukan pasokan sistem pertahanan udara kepada UEA. Pejabat senior Emirat, Anwar Gargash, yang menjabat sebagai penasihat presiden UEA, pada 17 Maret lalu menyatakan bahwa serangan Iran terhadap negara-negara Arab tetangganya justru akan memperkuat hubungan Israel dengan negara-negara Arab yang memiliki hubungan diplomatik dengannya.

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump pada Senin mengindikasikan bahwa gencatan senjata dengan Iran saat ini berada dalam kondisi yang sangat rapuh.

Baca juga: Polemik Kejurnas Karate 2026, PB Lemkari Ajukan Somasi kepada PB FORKI

UEA Disebut Melakukan Serangan Balasan Diam-diam ke Iran

Dalam pemberitaan sebelumnya, mengutip Anadolu Agency, UEA diduga telah melancarkan serangkaian serangan terhadap Tehran secara diam-diam. Laporan yang dipublikasikan pada Senin kemarin menyebutkan bahwa salah satu target serangan UEA adalah kilang minyak yang berlokasi di Pulau Lavan, Iran.

Menurut publikasi surat kabar The Wall Street Journal, sejumlah sumber anonim yang mengetahui detail masalah ini mengungkapkan bahwa UEA melancarkan serangan tersebut pada awal April. Serangan ini bertepatan dengan persiapan Presiden AS, Donald Trump, untuk mengumumkan gencatan senjata dengan Iran.

Serangan tersebut dilaporkan memicu kebakaran besar dan menyebabkan kilang minyak tersebut berhenti beroperasi.

Akibat serangan tersebut, Iran tidak tinggal diam. Negara itu kemudian melancarkan rudal balistik dan drone ke wilayah UEA serta Kuwait. Salah satu sumber juga menyebutkan bahwa Amerika Serikat secara diam-diam mendukung keterlibatan UEA dalam konflik tersebut.

Berdasarkan laporan The Wall Street Journal, Iran telah melancarkan lebih banyak serangan ke UEA dibandingkan negara lain, termasuk Israel. Tercatat lebih dari 2.800 serangan rudal dan drone diluncurkan ke negara Teluk tersebut.

Serangan-serangan itu disebut telah menimbulkan kerusakan signifikan terhadap perekonomian UEA. Hal ini memicu pemutusan hubungan kerja dan kebijakan cuti paksa di berbagai sektor industri.

Beberapa pejabat Teluk yang memilih untuk tidak disebutkan namanya, kepada surat kabar tersebut mengatakan bahwa kondisi ini telah memicu perubahan besar dalam pandangan strategis UEA terhadap Iran.