Inggris Kirim Kapal Perang dan Jet Tempur Amankan Selat Hormuz

oleh -6 Dilihat
Inggris Kirim Kapal Perang dan Jet Tempur Amankan Selat Hormuz

KabarDermayu.com – Inggris mengambil langkah tegas untuk menjamin keamanan pelayaran di Selat Hormuz. Negara ini berencana mengerahkan armada laut dan udara yang canggih, termasuk kapal perang, kapal penyapu ranjau nirawak, dan jet tempur.

Langkah ini merupakan bagian dari misi keamanan yang lebih luas untuk memastikan kelancaran navigasi di salah satu jalur air terpenting di dunia. Kementerian Pertahanan Inggris mengumumkan rencana ini sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan di kawasan tersebut.

Pada Selasa, 12 Mei 2026, Inggris bersama Prancis menjadi tuan rumah pertemuan penting. Pertemuan ini dihadiri oleh para menteri pertahanan dari setidaknya 40 negara. Tujuannya adalah untuk membahas strategi bersama demi membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz.

Kementerian Pertahanan Inggris menyatakan komitmennya untuk mengerahkan teknologi mutakhir. Ini termasuk peralatan pemburu ranjau otonom dan sistem anti-drone yang canggih. Selain itu, jet tempur Typhoon dan kapal perusak HMS Dragon juga akan menjadi bagian dari misi ini.

Tujuan utama pengerahan aset-aset ini adalah untuk mengamankan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Inggris menegaskan bahwa mereka siap melindungi kepentingan pelayaran internasional di kawasan strategis ini.

Pemerintah Inggris juga mengalokasikan anggaran yang signifikan untuk mendukung misi ini. Sebesar 115 juta pound sterling, atau setara dengan Rp2,7 triliun, akan digunakan untuk pengadaan peralatan pesawat nirawak. Dana ini sangat penting untuk modernisasi dan penambahan kapabilitas pertahanan.

Baca juga: Perluasan Peluang Green Jobs dan Akselerasi Transisi Energi, Kadin Perkuat Kolaborasi dengan KemenLH

Secara spesifik, pendanaan tersebut mencakup pengerahan kapal nirawak yang dikenal sebagai Kraken. Kapal ini akan dioperasikan di bawah sistem modular Beehive, sebuah inovasi dalam teknologi maritim.

Selain itu, Inggris sedang melakukan modernisasi terhadap kapal RFA Lyme Bay. Kapal ini akan diubah fungsinya menjadi platform peluncuran drone, menjadikannya semacam kapal induk nirawak. Transformasi ini menunjukkan fokus Inggris pada penggunaan teknologi otonom dalam operasi pertahanan.

Di sisi lain, kapal perusak HMS Dragon telah diberangkatkan ke Timur Tengah pada pekan lalu. Kapal ini telah dilengkapi dengan sistem anti-drone yang sangat canggih. Kehadirannya di kawasan tersebut bertujuan untuk memperkuat pertahanan dan kesiapan respons Inggris.

Eskalasi konflik yang terjadi di sekitar Iran telah menimbulkan dampak serius. Blokade efektif terhadap Selat Hormuz menyebabkan terganggunya pasokan minyak dan gas alam cair global yang berasal dari Teluk Persia. Jalur ini merupakan arteri vital bagi perdagangan energi dunia.

Gangguan di Selat Hormuz tidak hanya berdampak pada pasokan energi, tetapi juga memengaruhi ekspor dan tingkat produksi minyak secara global. Hal ini menimbulkan kekhawatiran akan stabilitas ekonomi internasional.

Akibatnya, terjadi lonjakan harga bahan bakar dan produk industri di banyak negara di seluruh dunia. Krisis pasokan ini menuntut tindakan kolektif dari komunitas internasional untuk memulihkan kelancaran perdagangan.