Aktivis Makassar Ikut Jadi Korban Penculikan Tentara Israel

oleh -8 Dilihat
Aktivis Makassar Ikut Jadi Korban Penculikan Tentara Israel

KabarDermayu.com – Keluarga Andi Angga Prasadewa, seorang aktivis asal Makassar, Sulawesi Selatan, mengungkapkan kekhawatiran mendalam terkait kondisi anaknya yang menjadi korban penculikan oleh tentara Israel. Andi Angga ditangkap saat sedang menjalankan misi kemanusiaan menuju Palestina melalui jalur laut di Laut Mediterania pada Senin, 18 Mei 2026.

Menurut ibunda korban, Sutrawati Kaharuddin, anaknya berlayar dari Turki menuju Gaza bersama 56 kapal lainnya sebagai bagian dari misi kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) yang mewakili Rumah Zakat. Penangkapan terjadi sebelum kapal mencapai jarak 250 mil dari daratan.

Sutrawati menjelaskan bahwa ia baru mengetahui kabar penangkapan anaknya setelah melihat pemberitaan dan mendapat konfirmasi dari pihak Rumah Zakat. Momen terakhir komunikasi dengan sang anak terjadi pada pukul tiga sore, di mana ia sempat berpesan agar anaknya selalu berhati-hati dan banyak berdoa.

Baca juga: Transaksi Misi Dagang RI-Tiongkok Capai Rp 1,07 Triliun, Kata Wamendag

Ia mengungkapkan bahwa Andi Angga sebenarnya memiliki riwayat mabuk laut dan tidak kuat menempuh perjalanan jauh melalui laut. Meskipun sudah dianjurkan untuk tidak ikut, Andi Angga bersikeras untuk tetap berangkat demi misi kemanusiaan tersebut.

Dalam percakapan terakhirnya, Andi Angga sempat mengeluhkan rasa mabuk lautnya. Sutrawati pun kembali mengingatkan anaknya untuk selalu mengingat Allah dan memperbanyak istighfar.

Sebelum peristiwa penangkapan, Sutrawati sempat merasa khawatir akan keselamatan anaknya yang tergabung dalam misi kemanusiaan sebagai perwakilan Rumah Zakat, yang membawa obat-obatan dan bantuan untuk warga Palestina. Ia sempat berkomunikasi dengan anaknya, namun sang anak juga menunjukkan perhatian kepada ibunya.

Komunikasi terakhir yang terputus pada pukul tiga sore, dengan status WhatsApp yang hanya centang satu, semakin meningkatkan kecurigaan dan kekhawatiran Sutrawati. Ia sudah merasa ada yang tidak beres sejak sebelumnya.

Sutrawati juga mengaku sudah menyampaikan risiko yang mungkin dihadapi dalam misi kemanusiaan tersebut kepada anaknya. Ia bahkan sempat merasakan firasat buruk sebelum kejadian.

Bahkan, Andi Angga sempat berpesan kepada adiknya untuk memberitahukan kepada ibunya agar tidak kaget jika nanti tidak bisa dihubungi lagi, karena kemungkinan ponselnya akan dibuang ke laut. Pesan ini disampaikan saat Andi Angga menjalani pelatihan sebelum keberangkatan.

Keluarga di Makassar kini sangat berharap agar Pemerintah Indonesia dapat segera bertindak dan berupaya membebaskan Andi Angga Prasadewa beserta rekan-rekannya yang saat ini ditahan oleh tentara Israel.

Sutrawati menegaskan bahwa anaknya adalah seorang aktivis kemanusiaan yang berangkat untuk membawa bantuan, bukan seorang teroris. Ia berharap agar anaknya dan para relawan lainnya dapat segera dibebaskan.