KabarDermayu.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, telah mengonfirmasi bahwa anggaran untuk pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) di Indonesia telah disiapkan. Ia menegaskan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) akan sepenuhnya mendukung upaya penguatan pertahanan negara melalui pengadaan alutsista.
Purbaya menyatakan bahwa anggaran untuk keperluan ini tidak hanya disiapkan untuk tahun depan, tetapi juga untuk tahun-tahun berikutnya. “Tahun depan ada, tahun depannya lagi ada. Tahun depan sudah dianggarkan juga, cukup besar,” ujarnya kepada wartawan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, pada Senin, 18 Mei 2026.
Ia menambahkan bahwa di tengah ketidakpastian global saat ini, penting bagi Indonesia untuk terus menjaga kemampuan pertahanannya, sejalan dengan pernyataan Presiden. Namun, Purbaya tidak merinci besaran pasti anggaran yang dialokasikan untuk pengadaan alutsista tahun depan, menyebutkan bahwa informasi tersebut bersifat rahasia.
“Tahun depan juga kita anggarkan juga cukup signifikan. Tapi kalau Anda tanya jumlahnya kan rahasia juga,” tegasnya.
Baca juga: Asosiasi Ojek Online Nusantara Dibentuk Atas Permintaan Kakorlantas
Purbaya lebih lanjut meyakinkan bahwa APBN memiliki kapasitas yang memadai untuk membiayai berbagai kebutuhan pertahanan negara. Ia juga menyampaikan bahwa anggaran negara cukup untuk mendukung program-program unggulan lainnya, termasuk yang berkaitan dengan modernisasi alutsista dan program strategis nasional lainnya, tanpa mengganggu program pembangunan yang sudah ada.
“Dengan ini saja sudah kita hitung defisit anggarannya di bawah 3 persen. Defisitnya di bawah 3 persen. Jadi, nggak usah khawatir. Semuanya sudah kita hitung dengan baik, termasuk untuk MBG (Modernisasi Alutsista), untuk program-program yang lain tanpa mengganggu program pembangunan yang lain,” jelasnya.
Sebelumnya, Presiden RI Prabowo Subianto telah meresmikan penyerahan enam pesawat tempur Rafale, empat pesawat angkut Falcon 8X, dan satu pesawat angkut Airbus A400M Atlas MRTT di Lapangan Udara Halim Perdanakusuma pada hari yang sama. Penyerahan alutsista ini bertujuan untuk memperkuat kekuatan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU), khususnya dalam mobilitas udara strategis nasional.
“Tadi baru saja kita menerima secara resmi dengan adat kita penambahan alutsista untuk angkatan udara kita. Kita menerima enam pesawat tempur ya, Rafale dan pesawat angkut Falcon, pesawat angkut VIP, dan A400,” kata Prabowo.
Presiden Prabowo menekankan bahwa penambahan alutsista ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kekuatan pertahanan Indonesia. Ia juga menyinggung situasi konflik global yang masih berlangsung, terutama di kawasan Timur Tengah, sebagai alasan pentingnya menjaga kesiapan pertahanan.
“Ini saya kira salah satu tonggak penambahan kekuatan. Kita harus terus tingkatkan kekuatan pertahanan kita sebagai penangkal. Kita tidak punya kepentingan selain untuk menjaga wilayah kita sendiri,” ujarnya.
Purbaya menambahkan bahwa kondisi geopolitik global yang penuh ketidakpastian menuntut Indonesia untuk terus memperkuat pertahanannya sebagai syarat utama stabilitas nasional.
Dalam konteks yang berbeda, Purbaya juga sempat memberikan pandangan terkait kondisi pasar modal Indonesia. Ia menyatakan bahwa para investor tidak perlu terlalu khawatir dengan penurunan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Ia bahkan menyarankan investor untuk memanfaatkan momentum penurunan tersebut untuk melakukan pembelian saham.
“IHSG Anjlok, Purbaya: Jangan Takut, Serok Bawah Sekalian!” demikian judul salah satu pemberitaan terkait pernyataan Purbaya tersebut, yang menyiratkan saran untuk memanfaatkan peluang investasi saat pasar sedang tertekan.





