Rupiah Anjlok: Desakan Mundur Perry Warjiyo Gubernur BI

oleh -5 Dilihat
Rupiah Anjlok: Desakan Mundur Perry Warjiyo Gubernur BI

KabarDermayu.com – Anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PAN, Primus Yustisio, mendesak Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo untuk mengundurkan diri. Desakan ini menyusul anjloknya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Pada perdagangan di pasar spot pada Senin, 18 Mei 2026, hingga pukul 10.26 WIB, rupiah tercatat berada di level Rp 17.676 per dolar AS. Posisi ini menunjukkan pelemahan sebesar 79 poin atau 0,45 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.597 per dolar AS.

Primus menyampaikan desakan tersebut dalam rapat kerja Komisi XI DPR RI yang digelar bersama Bank Indonesia di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada hari yang sama.

Ia menilai kondisi pelemahan rupiah saat ini sebagai sebuah anomali. Hal ini karena pertumbuhan ekonomi Indonesia dilaporkan mencapai 5,61 persen, namun nilai tukar rupiah justru mengalami kemerosotan tajam.

“Kenapa Rupiah kita ini lemah? Kalau dibandingkan dengan Dollar, sekarang selalu perbandingannya dengan Dollar. Tapi faktanya dan ironisnya Pak, ini terhadap semua mata uang,” ujar Primus dalam rapat tersebut.

Ia menambahkan bahwa pelemahan rupiah tidak hanya terjadi terhadap dolar AS, tetapi juga terhadap mata uang negara lain seperti dolar Singapura, dolar Australia, ringgit Malaysia, riyal Arab Saudi, dolar Hongkong, dan euro.

Baca juga: Tembak Mati Pelaku Begal, Warganet Sepakat: Tindakan Tegas!

“Saya masih ingat Pak, Euro tahun… waktu awal-awal tahun 2006 itu 7.000 per Euro. Sekarang hampir 19.000, hampir 20.000. Nah, ini kan harus kita lihat dengan realita Pak. Kita tidak bisa berdiam diri,” tegasnya.

Primus berpendapat bahwa Bank Indonesia, di bawah kepemimpinan Perry Warjiyo, telah kehilangan kepercayaan dan kredibilitasnya akibat terus menerusnya pelemahan nilai tukar rupiah.

“Bank Indonesia saat ini sudah menghilangkan trust, Bank Indonesia sudah mengenyampingkan kredibilitasnya. Dan Anda sebagai pimpinan Bank Indonesia, sebagai tokoh utamanya, harus gentleman Pak. Harus berani melawan, ada apa ini? Kenapa ini?” ungkapnya dengan nada prihatin.

Dalam kesempatan tersebut, Primus secara eksplisit meminta Perry Warjiyo untuk mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur BI. Menurutnya, mengambil keputusan mundur bukanlah sebuah bentuk penghinaan.

“Pak Perry yang saya hormati, kadang-kadang Pak, kalau kita mengambil tindakan gentleman itu bukan penghinaan Pak. Saya berikan contoh, mungkin saatnya sekarang Bapak mengundurkan diri. Tidak ada salahnya. Kalau selanjutnya terserah Bapak tentu saja. Tapi itu bukan sikap penghinaan Pak,” tuturnya.

Ia melanjutkan, “Anda akan lebih dihormati seperti di Korea ataupun di Jepang, kalau Anda tidak bisa melakukan tugas Anda dengan baik, seperti itu. Tidak ada salahnya.”