Habibie Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Pesan Lawasnya Jadi Sorotan

oleh -5 Dilihat
Habibie Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, Pesan Lawasnya Jadi Sorotan

KabarDermayu.com – Pernyataan lawas almarhum Bacharuddin Jusuf (B.J.) Habibie mengenai pelemahan nilai tukar rupiah kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan pengguna media sosial. Sebuah video yang beredar menunjukkan Habibie, saat masih menjabat sebagai Wakil Presiden Republik Indonesia, tengah memberikan pandangannya terkait anjloknya rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang kala itu mencapai angka Rp16.000 per dolar.

Dalam potongan video tersebut, Habibie menyatakan bahwa pemerintah sedang berupaya keras untuk keluar dari krisis ekonomi yang melanda. Ia menyuarakan optimisme bahwa Indonesia akan mampu bangkit dan menjadi jauh lebih baik dari kondisi sebelumnya.

“Tetapi faktanya adalah kita sedang berusaha keluar dari masalah ini, dan jika kita keluar dari masalah ini, kita akan menjadi lebih baik dari sebelumnya. Karena kita akan belajar dari kesalahan-kesalahan kami dan juga dari kesalahan yang lain,” ujar Habibie, seperti dikutip dari unggahan akun Instagram @aboutnusa pada Senin, 18 Mei 2026.

Habibie juga menekankan pentingnya menghadapi setiap persoalan dengan serius dan menyelesaikannya. Ia menggarisbawahi betapa berharganya waktu, sehingga tidak boleh disia-siakan sedikit pun.

Baca juga: Legenda: Timnas Indonesia Kalahkan Korea Selatan di Piala Asia U-23, Suporter Heboh di Medsos

“Dan hal terbaik untuk meyakinkan bahwa kamu berubah adalah jika kamu harus menghadapi masalah itu dan jika kamu harus menyelesaikan. Memang waktu adalah uang, oleh karena itu kita tidak diperbolehkan untuk membuang waktu kita,” tegasnya dalam video tersebut.

Lebih lanjut, Habibie kala itu sempat memberikan perkiraan mengenai rentang waktu yang dibutuhkan Indonesia untuk memulihkan kondisi ekonominya. Ia memperkirakan proses pemulihan tersebut akan memakan waktu sekitar dua hingga tiga tahun.

“Saya pikir ini akan memakan waktu dua hingga tiga tahun hingga kita kembali lagi dalam kecepatan penuh. Tetapi hal yang paling penting adalah kita harus keluar dari [kondisi ini] dalam minggu-minggu selanjutnya atau bulan-bulan selanjutnya. Dari yang kalian sebut minimum, kita hanya kembali sekarang,” jelasnya.

Pemerintah pada masa itu, menurut Habibie, memiliki komitmen yang kuat untuk memulihkan perekonomian nasional. Namun, ia mengingatkan bahwa upaya pemulihan tersebut harus tetap dijalankan sesuai dengan konstitusi negara agar tidak menimbulkan ketidakstabilan sosial dan politik.

“Saya pikir pemerintah Indonesia harus berkomitmen untuk membawanya kembali. Tetapi tentu tanpa mengabaikan konstitusi Indonesia yang ada. Jika tidak, kita tidak bisa membawanya lebih baik sama sekali dan justru mendapatkan ketidakstabilan sosial politik. Itu buruk,” tuturnya.

Pernyataan lawas Habibie ini kembali mengemuka dan menjadi sorotan publik di media sosial, bertepatan dengan pernyataan Presiden RI, Prabowo Subianto, yang disampaikan akhir pekan lalu terkait dengan pelemahan nilai rupiah.

Dalam sebuah kesempatan, Prabowo menyatakan, “Rupiah begini, rupiah begini, apa? Eh dolar begini. Orang rakyat di desa tidak pakai dolar kok, iya kan? Pangan aman, energi aman, ya. Banyak negara panik, Indonesia masih oke.” Pernyataan ini disampaikan saat ia meresmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026.

Prabowo menambahkan bahwa pelemahan nilai tukar rupiah lebih terasa dampaknya bagi mereka yang sering bepergian ke luar negeri serta para pelaku usaha. Ia berharap masyarakat tetap memiliki keyakinan terhadap kekuatan fundamental ekonomi nasional.

“Yang pusing itu yang suka keluar negeri, pengusaha. Percayalah ekonomi kita kuat. Fundamental kita kuat. Orang mau ngomong apa, ya Indonesia kuat. Percaya kepada kekuatan kita. Percaya kepada rakyat kita,” ujarnya saat itu.