Anthony Ginting Comeback di Malaysia Masters 2026 Setelah 3 Tahun

oleh -5 Dilihat
Anthony Ginting Comeback di Malaysia Masters 2026 Setelah 3 Tahun

KabarDermayu.com – Tunggal putra andalan Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, dipastikan akan kembali berlaga di ajang BWF World Tour Super 500 Malaysia Masters 2026. Keikutsertaannya di Axiata Arena, Kuala Lumpur, menjadi momen yang sangat dinantikan penggemar bulu tangkis Tanah Air.

Kembalinya Ginting ke turnamen ini menandai akhir dari masa absennya selama tiga tahun. Hal ini tentu menjadi angin segar bagi dunia bulu tangkis Indonesia yang merindukan aksi pemain peringkat dunia tersebut.

Berdasarkan data resmi dari BWF pada Selasa (19/5), Ginting langsung mendapatkan tiket ke babak utama. Promosi ini terjadi menyusul mundurnya dua pemain tunggal putra unggulan teratas, yaitu Shi Yu Qi dari China dan Anders Antonsen dari Denmark.

Bagi mantan pemain nomor dua dunia ini, Malaysia Masters 2026 menjadi panggung penting untuk membuktikan diri. Turnamen yang dijadwalkan berlangsung pada 19–24 Mei ini menjadi ajang pembuktian pasca pemulihan dari cedera yang sempat membuatnya menepi.

Terakhir kali Anthony Ginting berpartisipasi di Malaysia Masters adalah pada edisi 2023. Kala itu, langkahnya terhenti di babak 16 besar setelah kalah dari wakil China, Weng Hong Yang. Pengalaman tersebut tentu menjadi pelajaran berharga bagi Ginting.

Sejarah Ginting di Malaysia Masters dimulai sejak tahun 2015. Prestasi terbaiknya di turnamen ini diraih pada edisi 2017, di mana ia berhasil menembus babak semifinal. Namun, perjalanannya terhenti oleh wakil Hong Kong, Ng Ka Long Angus.

Baca juga: Oknum TNI Terlibat Kasus Sabu 29 Kg Jaringan Aceh-Bogor

Pada edisi 2026 ini, Ginting dijadwalkan akan memulai perjuangannya di babak pertama. Lawan yang akan dihadapinya adalah wakil tuan rumah, Justin Hoh, pada Rabu (20/5).

Jonatan Christie Naik Peringkat Menjadi Unggulan Teratas

Mundurnya Shi Yu Qi dari daftar peserta memberikan dampak signifikan pada peta persaingan di sektor tunggal putra. Jonatan Christie, rekan senegara Ginting, kini naik menjadi unggulan pertama turnamen.

Di babak pertama, Jonatan Christie akan menghadapi tantangan dari wakil Denmark, Magnus Johannesen. Pertandingan ini diprediksi akan berjalan menarik.

Selain Ginting dan Jonatan, Indonesia juga menurunkan sejumlah pemain muda berbakat di sektor tunggal putra. Para pemain ini berhasil menembus langsung ke babak utama, menunjukkan kedalaman skuad Indonesia.

  • Moh. Zaki Ubaidillah (Ubed) akan langsung berhadapan dengan pemain tangguh asal India, Lakshya Sen. Ini akan menjadi ujian berat bagi Ubed di awal turnamen.
  • Prahdiska Bagas Shujiwo siap berhadapan dengan wakil Korea Selatan, Jeon Hyeok Jin. Pertandingan ini juga patut dinantikan perkembangannya.

Hasil Babak Kualifikasi

Malaysia Masters 2026 telah dimulai pada hari ini, Selasa (19/5), dengan menggelar pertandingan babak kualifikasi. Sayangnya, tunggal putra Indonesia, Muhamad Yusuf, belum berhasil melangkah lebih jauh.

Yusuf terpaksa mengakhiri perjalanannya lebih awal setelah kalah dalam pertarungan sengit tiga gim. Ia takluk dari wakil China, Zhu Xuan Chen, dengan skor 21-16, 16-21, dan 19-21.

Kekalahan Yusuf di babak kualifikasi menjadi pengingat akan ketatnya persaingan di turnamen level BWF World Tour Super 500.

Dengan kembalinya Anthony Ginting dari cedera dan Jonatan Christie yang kini menyandang status unggulan teratas, sektor tunggal putra Indonesia memiliki harapan besar. Skuad Merah Putih diharapkan mampu tampil maksimal dan membawa pulang gelar juara dari Kuala Lumpur.

Perjalanan Anthony Ginting di Malaysia Masters 2026 ini menjadi sorotan utama, mengingat absennya yang cukup lama. Dukungan penuh dari publik dan optimisme dari tim pelatih diharapkan dapat memberikan motivasi tambahan bagi Ginting dan rekan-rekannya.

Kombinasi pengalaman Ginting, performa apik Jonatan Christie, serta potensi para pemain muda diharapkan mampu memberikan kejutan di turnamen ini. Malaysia Masters 2026 menjadi tolok ukur penting bagi perkembangan bulu tangkis Indonesia di kancah internasional.