Beasiswa LPDP 2026 Dibuka 30 Juni: Syarat & Cara Daftar

oleh -1 Dilihat
Beasiswa LPDP 2026 Dibuka 30 Juni: Syarat & Cara Daftar

KabarDermayu.com – Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) secara resmi membuka pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026. Proses pendaftaran ini akan berlangsung mulai tanggal 30 Juni hingga 31 Juli 2026, memberikan kesempatan bagi para calon penerima beasiswa untuk meraih pendidikan tinggi impian.

Direktur Utama LPDP, Yon Arsal, dalam sebuah taklimat media yang diselenggarakan di Jakarta pada Senin, 29 Juni 2026, menjelaskan bahwa Beasiswa LPDP Tahap II akan menawarkan dua program utama. Program pertama adalah Beasiswa STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) Industri Strategis, yang berfokus pada pengembangan keahlian di bidang-bidang sains dan teknologi yang krusial bagi kemajuan industri strategis Indonesia. Program kedua adalah Beasiswa SHARE (Social, Humanities, Arts for People, Religious Studies, Economics), yang dirancang untuk memperkuat pemahaman dan inovasi di bidang sosial, humaniora, seni, agama, dan ekonomi.

Selain kedua program utama tersebut, LPDP juga membuka kembali program Beasiswa Akselerasi yang ditujukan bagi calon mahasiswa yang ingin melanjutkan studi di universitas unggulan. Terdapat pula program kerja sama khusus, seperti Beasiswa Keolahragaan yang mendukung talenta di bidang olahraga, serta Beasiswa Talenta Riset dan Inovasi Nasional Jalur Doctor by Research, yang ditujukan bagi para peneliti yang ingin menempuh jenjang doktoral melalui riset murni.

Lebih lanjut, Yon Arsal merinci cakupan dari beasiswa bidang STEM Industri Strategis. Bidang-bidang yang dicakup meliputi sektor pangan, energi, pertahanan, digitalisasi termasuk kecerdasan artifisial (AI) dan semikonduktor, kesehatan, hilirisasi, maritim, manufaktur dan material maju, serta kewirausahaan dan industri kreatif. LPDP juga memberikan dukungan pendanaan untuk bidang-bidang STEM-related yang bersifat pendukung industri strategis, seperti bisnis dan ekonomi, serta hukum dan kebijakan publik.

Meskipun fokus diarahkan pada STEM, bidang SHARE tetap menjadi prioritas penting bagi LPDP. Bidang ini dianggap krusial dalam memperkuat aspek sosial, kebijakan publik, ekonomi, budaya, pendidikan, hingga keagamaan yang menjadi pondasi pembangunan nasional. Penekanan pada keseimbangan antara bidang STEM dan SHARE diharapkan dapat menciptakan sumber daya manusia yang utuh dan berkelanjutan.

Yon Arsal mengungkapkan bahwa sekitar 80 persen alokasi beasiswa akan difokuskan pada bidang STEM dan bidang-bidang terkait industri strategis. Sisa maksimal 20 persen akan dialokasikan untuk bidang SHARE. “Kita peningkatan STEM bergerak terus pada 2025 itu 66 sampai 69 persen, 2026 di 74 persen. Kita akan coba sampai minimal 80 persen ke STEM dan STEM-related,” ujarnya, menunjukkan komitmen LPDP untuk terus mendorong penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi di kalangan anak bangsa.

Dalam rangka meningkatkan aksesibilitas, Direktur Beasiswa LPDP, Dwi Larso, memaparkan adanya sejumlah perubahan ketentuan yang lebih menguntungkan bagi para pendaftar. Perubahan ini mencakup keringanan pada syarat hasil tes bahasa asing dan surat resmi penerimaan (LoA). Rincian lengkap mengenai perubahan ketentuan ini dapat diakses melalui laman web resmi LPDP di lpdp.kemenkeu.go.id.

Dwi Larso menegaskan bahwa Beasiswa LPDP terbuka untuk seluruh warga negara Indonesia yang memenuhi syarat. “Pendaftaran Beasiswa LPDP Tahap II Tahun 2026 dapat dilakukan melalui laman resmi LPDP sesuai jadwal dan ketentuan yang telah ditetapkan,” ujarnya, mengajak seluruh talenta terbaik bangsa untuk memanfaatkan kesempatan emas ini.

LPDP saat ini mengelola akumulasi Dana Abadi Bidang Pendidikan sebesar Rp 180,81 triliun per 31 Mei 2026. Dana tersebut menjadi fondasi keberlanjutan investasi pemerintah dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia. Sejak mulai beroperasi pada 2013 hingga Mei 2026, LPDP telah menghasilkan 58.749 penerima Beasiswa LPDP, terdiri atas program magister, doktor, dokter spesialis, dan non-gelar. Dari jumlah tersebut, 34.334 orang telah menjadi alumnus, sedangkan 18.728 orang masih menjalani studi di berbagai perguruan tinggi dalam dan luar negeri.