Benteng Sehat untuk Keluarga Hebat, Vaksin Influenza Langkah Tepat

by -3 Views
Benteng Sehat untuk Keluarga Hebat, Vaksin Influenza Langkah Tepat

KabarDermayu.com – Menjaga kesehatan keluarga dari ancaman penyakit menular seperti influenza menjadi prioritas penting, terutama di tengah kesibukan aktivitas sehari-hari. Influenza, yang sering dianggap remeh sebagai demam atau pilek biasa, ternyata dapat menimbulkan risiko serius, khususnya bagi anak-anak, lansia, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Konsep “Perlindungan Tepat untuk Keluarga Hebat” semakin relevan ketika banyak keluarga hidup serumah dengan beragam generasi. Anak-anak yang aktif di lingkungan sekolah berpotensi membawa virus ke rumah dan menularkannya kepada orang tua atau kakek-nenek. Oleh karena itu, pencegahan influenza perlu dipandang sebagai upaya perlindungan kolektif, bukan sekadar tanggung jawab individu.

Influenza Tetap Menjadi Ancaman Global

Influenza masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan di seluruh dunia. Diperkirakan, penyakit ini menyebabkan antara 290 ribu hingga 650 ribu kematian setiap tahunnya secara global. Di negara tropis seperti Indonesia, virus influenza dapat beredar sepanjang tahun, sehingga kewaspadaan terhadap penyakit ini tidak bisa hanya dilakukan pada musim-musim tertentu.

Meskipun sering dianggap sebagai penyakit ringan, influenza dapat berkembang menjadi komplikasi yang membahayakan. Risiko rawat inap dan penularan di dalam keluarga juga tergolong tinggi apabila tidak ditangani dengan baik.

Perubahan Komposisi Vaksin dari Quadrivalent ke Trivalent

Selama bertahun-tahun, vaksin influenza quadrivalent telah digunakan untuk memberikan perlindungan terhadap empat jenis galur virus influenza: dua tipe A dan dua tipe B. Namun, perkembangan data ilmiah menunjukkan bahwa salah satu galur virus B, yaitu B/Yamagata, tidak lagi terdeteksi dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Prof. Dr. dr. Soedjatmiko, Sp.A(K), M.Si., dari Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin quadrivalent sebelumnya dirancang untuk melindungi dari dua galur virus flu jenis A (H1N1 dan H3N2) serta dua galur virus flu jenis B (Victoria dan Yamagata). Namun, sejak tahun 2020, virus B/Yamagata tidak ditemukan lagi secara global. Oleh karena itu, pada tahun 2023, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menilai bahwa komponen virus B/Yamagata dalam vaksin tidak lagi diperlukan.

Para ahli menekankan bahwa perubahan komposisi vaksin ini bukan berarti mengurangi tingkat perlindungan. Sebaliknya, ini merupakan penyesuaian yang didasarkan pada data epidemiologi terkini untuk mengoptimalkan perlindungan yang diberikan.

Baca juga di sini: Daftar Pengisi Acara Resepsi El Rumi dan Syifa Hadju, Termasuk Dewa 19 dan Artis Mancanegara

“Transisi dari QIV (Quadrivalent Influenza Vaccine) ke TIV (Trivalent Influenza Vaccine) bukanlah bentuk pengurangan perlindungan, melainkan optimalisasi vaksin sesuai dengan bukti ilmiah terbaru. Fokus utama tetap pada vaksin influenza trivalent untuk melindungi seluruh anggota keluarga, dari bayi hingga lansia, dengan harga yang lebih ekonomis sehingga dapat diberikan setiap tahun. Jadwal imunisasi anak dan dewasa juga tetap sama,” ujar Prof. Soedjatmiko.

Anak-Anak Menjadi Kelompok Penting yang Perlu Mendapat Perhatian Khusus

Anak-anak merupakan kelompok yang memiliki risiko tinggi terpapar influenza dan memainkan peran signifikan dalam penyebaran virus di lingkungan rumah tangga maupun sekolah. Secara global, tingkat kejadian influenza pada anak-anak mencapai 20-30 persen, yang lebih tinggi dibandingkan orang dewasa yang berkisar antara 5-10 persen.

Berdasarkan surveilans Influenza Like Illness (ILI) yang dilakukan di Puskesmas Jawa Barat pada tahun 2023, kasus ILI paling banyak ditemukan pada anak usia 5-15 tahun, meskipun penyakit ini dapat terjadi pada kelompok usia lainnya.

“Anak-anak berkontribusi lebih besar terhadap penyebaran influenza di masyarakat karena daya tularnya yang tinggi dan keberadaan virus influenza di dalam tubuh anak yang lebih lama dibandingkan orang dewasa. Hal ini memungkinkan mereka untuk menularkan virus bahkan sebelum gejala muncul atau setelah sembuh dari influenza. Komplikasi influenza pada anak juga dapat bersifat serius dan membahayakan, seperti pneumonia, infeksi telinga, infeksi sinus, hingga ensefalitis,” jelas Dokter Spesialis Anak, dr. Kanya Ayu, Sp.A.

Selain itu, angka rawat inap pada anak usia prasekolah dilaporkan sebanding dengan kelompok usia 50-64 tahun, yang menegaskan bahwa influenza bukanlah penyakit ringan bagi anak-anak.

Jadwal Vaksin Flu untuk Anak

Menurut rekomendasi dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), vaksin influenza dapat mulai diberikan kepada anak sejak usia 6 bulan.

“Peralihan ke vaksin influenza trivalent disesuaikan dengan penguatan perlindungan pada strain yang relevan, termasuk pada anak. IDAI merekomendasikan vaksin flu mulai dari usia 6 bulan. Untuk anak usia 6 bulan hingga 8 tahun, imunisasi pertama diberikan dalam dua dosis dengan jeda minimal 4 minggu, lalu diulang satu kali setiap tahun. Sementara itu, untuk anak usia di atas 9 tahun, imunisasi pertama cukup diberikan satu dosis, yang juga diulang setiap tahunnya,” pungkas dr. Kanya.

Komplikasi yang Bisa Terjadi pada Anak

Influenza pada anak-anak dapat menimbulkan berbagai komplikasi serius, di antaranya:

  • Paru-paru: pneumonia viral atau bakteri, croup, asma, bronkitis.
  • Jantung: myocarditis dan pericarditis.
  • Neurologi: kejang, kebingungan, neuritis, Guillain-Barré syndrome, koma, ensefalomielitis.
  • Lainnya: toxic shock syndrome, myositis, myoglobinuria, gagal ginjal.

Langkah Pencegahan Sehari-hari

Selain vaksinasi, langkah pencegahan tetap memegang peranan penting dalam kehidupan sehari-hari, terutama saat ada anggota keluarga yang sedang sakit.

“Memakai masker ketika batuk dan bersin, mencuci tangan secara teratur, menjaga jarak fisik, menghindari kontak erat, dan menjaga mobilitas,” ujar dr. Kanya, menekankan pentingnya kebiasaan sehat.

Dukungan Industri Kesehatan dalam Pencegahan Influenza

Dalam upaya memperkuat ketahanan kesehatan nasional, PT Kalbe Farma Tbk melalui anak usahanya, PT Kalventis Sinergi Farma, menunjukkan komitmennya untuk menyediakan vaksin influenza trivalent bagi masyarakat Indonesia. Langkah ini selaras dengan rekomendasi WHO mengenai transisi dari vaksin influenza quadrivalent (QIV) ke vaksin influenza trivalent (TIV).

“Kalbe melalui Kalventis berkomitmen menyediakan solusi pencegahan penyakit menular yang mutakhir dan efektif bagi masyarakat Indonesia dengan menghadirkan vaksin influenza trivalent. Ketersediaan vaksin ini penting untuk mencegah perburukan akibat penyakit influenza, risiko rawat inap, dan kematian. Upaya ini juga mendukung tema World Immunization Week yaitu ‘For Every Generation, Vaccines Work’, yang mengingatkan kita tentang manfaat perlindungan vaksin di segala usia demi memperpanjang harapan hidup,” ujar Vidi Agiorno, Presiden Direktur PT Kalventis Sinergi Farma.

“Sebagai perusahaan farmasi yang berlandaskan sains dan data, Kalventis bersama Kalbe menghadirkan solusi kesehatan yang selaras dengan rekomendasi WHO. Kalventis juga berupaya membangun ekosistem yang mencakup edukasi bagi tenaga kesehatan, penyediaan informasi layanan vaksinasi yang mudah diakses, serta kampanye kesadaran publik untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) dan memastikan setiap keluarga Indonesia mendapatkan perlindungan optimal dari risiko influenza,” tutup Vidi.

No More Posts Available.

No more pages to load.