DPR: Prioritaskan Gizi, Bukan Sepeda Motor dan iPad

oleh -4 Dilihat
DPR: Prioritaskan Gizi, Bukan Sepeda Motor dan iPad

KabarDermayu.com – Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI, Said Abdullah, menekankan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) seharusnya berfokus pada pemenuhan gizi masyarakat. Ia menyatakan bahwa pengadaan barang-barang yang tidak berkaitan langsung dengan program tersebut, seperti sepeda motor dan iPad, tidak sejalan dengan tujuan utama MBG.

Pernyataan ini disampaikan Said sebagai respons terhadap penetapan status tersangka dan penahanan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. Said telah berulang kali menegaskan pandangannya mengenai hal ini.

“Saya sampaikan bolak-balik dan fokus kepada makan bergizi gratis, bukan fokus kepada insentif, fokus pada sepeda motor, fokus pada iPad itu tidak ada hubungan sama sekali,” ujar Said kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 4 Juni 2026.

Said mengungkapkan bahwa sejak awal ia telah berulang kali menyatakan bahwa kelemahan BGN terletak pada aspek tata kelola. Ia melihat ini sebagai masalah krusial yang perlu diperbaiki.

“Saya sejak awal bolak-balik menyatakan kelemahan BGN sebagai prioritas yang menjadi andalan Bapak Presiden adalah pada aspek tata kelolanya,” tutur Said.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung (Kejagung) telah menetapkan Dadan Hindayana sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi praktik jual beli titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Penetapan ini merupakan hasil dari serangkaian penyidikan yang diawali dengan penggeledahan di kantor BGN di Kebon Sirih, Jakarta Pusat.

Dadan Hindayana kemudian menjalani pemeriksaan dan langsung ditahan oleh penyidik Jampidsus Kejagung. Ia terlihat mengenakan rompi tahanan berwarna pink, yang merupakan ciri khas tahanan Kejagung.

Kasus yang menjerat mantan pejabat tinggi BGN ini mulai terkuak setelah penyidik Kejagung melakukan penggeledahan di kantor lembaga tersebut. Diduga, dari penggeledahan tersebut, penyidik menemukan bukti-bukti yang mengarah pada praktik jual beli titik SPPG dalam program pemenuhan gizi nasional.

Selain Dadan Hindayana, Kejagung juga menetapkan dan menahan dua tersangka lainnya, yaitu Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung.

Polemik terkait pengadaan 21.801 motor listrik yang turut menyeret Dadan Hindayana sebagai tersangka korupsi MBG sempat menjadi sorotan. Kabar tersebut bahkan sempat ditolak oleh pihak Purbaya.

Kontroversi ini bermula ketika sebuah akun TikTok dengan nama @NOVIR007 mengunggah video pada 6 April 2026. Video tersebut menampilkan ribuan unit motor listrik yang masih dalam kondisi terbungkus plastik, menimbulkan pertanyaan mengenai penggunaannya dan keterkaitannya dengan program pemerintah.