KabarDermayu.com – Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK), Tri Tito Karnavian, menekankan pentingnya kesadaran kesehatan sejak dini bagi para pelajar. Ia mendorong generasi muda untuk mengadopsi pola hidup sehat, memahami kesehatan reproduksi, serta memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Menurut Tri Tito, memiliki kesadaran untuk menjaga kesehatan adalah bekal fundamental bagi kaum muda dalam mewujudkan masa depan yang lebih cerah. Ini adalah investasi jangka panjang bagi diri mereka sendiri.
Pesan penting ini disampaikan Tri Tito saat membuka kegiatan Sosialisasi Masalah Tuberkulosis (TBC), Kesehatan Reproduksi Remaja, dan Cek Kesehatan Gratis yang ditujukan bagi para pelajar. Acara tersebut berlangsung di Lapangan Gedung Balai Biinmafo, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur (NTT), pada hari Kamis, 25 Juni 2026.
Dalam pidatonya, Tri Tito menegaskan bahwa kesehatan adalah aset utama yang harus senantiasa dijaga oleh setiap individu, termasuk para pelajar. Ia menyayangkan bahwa kesadaran akan pentingnya kesehatan seringkali baru muncul ketika seseorang mulai jatuh sakit.
“Seberapa pun banyak uang, seberapa pun kaya orang, orang yang kaya banyak hartanya, tapi kalau tidak sehat, tidak ada gunanya,” tegasnya, menggarisbawahi nilai intrinsik kesehatan yang tidak dapat dibeli dengan harta benda.
Oleh karena itu, ia mengingatkan kembali akan krusialnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Tindakan ini merupakan langkah deteksi dini yang efektif untuk mengidentifikasi berbagai potensi risiko penyakit. Melalui program CKG, masyarakat memiliki kesempatan untuk memantau kondisi kesehatannya tanpa dibebani biaya.
“Semua manusia pasti pernah sakit. Nah, inilah tindakan kita agar kita tidak cepat terserang penyakit. Salah satunya ini tadi untuk kita melaksanakan cek kesehatan gratis,” jelasnya, mendorong partisipasi aktif dalam program ini.
Lebih lanjut, Tri Tito juga menyoroti urgensi edukasi mengenai pencegahan TBC, HIV/AIDS, serta pemahaman mendalam tentang kesehatan reproduksi bagi remaja. Ia berpandangan bahwa pengetahuan yang memadai sejak usia sekolah akan membekali generasi muda dalam menjaga kesehatan mereka.
Selain itu, pemahaman ini juga akan membantu mereka terhindar dari berbagai risiko yang berpotensi merusak masa depan. Pengetahuan adalah kunci pencegahan.
Tri Tito juga mengimbau para pelajar untuk berperan aktif menyebarluaskan informasi mengenai Program CKG kepada keluarga dan lingkungan terdekat mereka. Tujuannya adalah agar semakin banyak warga yang tergerak untuk memanfaatkan layanan kesehatan gratis ini.
“Tolong dimanfaatkan. Jangan disia-siakan. Karena kalau mau cek kesehatan yang benar-benar berbayar, mahal. Jadi, manfaatkan cek kesehatan ini untuk keluarga kalian,” pesannya dengan penuh harap.
Rangkaian kegiatan ini diselenggarakan oleh Pokja IV Bidang Kesehatan Keluarga dan Lingkungan TP PKK Pusat. Sebagai bagian dari acara, dilakukan penyematan selempang Duta TBC dan Kesehatan Reproduksi kepada beberapa siswa terpilih. Hal ini merupakan bentuk dukungan nyata terhadap upaya peningkatan literasi kesehatan di kalangan pelajar.
Selain itu, turut diserahkan bantuan berupa alat kesehatan yang diharapkan dapat mendukung kelancaran pelaksanaan Program CKG di wilayah tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat memperkuat fasilitas pendukung program.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Ketua TP PKK Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena; Bupati TTU, Yosep Falentinus Delasalle Kebo; Ketua TP PKK Kabupaten TTU, Andina Winantuningtyas; serta ratusan pelajar dari Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan perwakilan pihak terkait lainnya. Kehadiran mereka menunjukkan sinergi dalam memajukan kesehatan masyarakat.





