KabarDermayu.com – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Indramayu, Deden Boni, menyerukan pentingnya pengawasan ketat dari orang tua terhadap penggunaan gawai di kalangan anak-anak. Imbauan ini disampaikan dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang selalu menjadi momentum refleksi mendalam mengenai peran krusial keluarga dalam membentuk karakter dan masa depan generasi penerus bangsa.
Deden Boni menekankan bahwa di era digital yang serba terhubung ini, gawai telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Meskipun menawarkan berbagai manfaat positif dalam akses informasi dan pembelajaran, penggunaan gawai yang tidak terkontrol dapat membawa dampak negatif yang signifikan.
Pentingnya peran keluarga sebagai fondasi utama dalam membangun generasi muda yang berkualitas menjadi sorotan utama dalam peringatan Harganas. Keluarga adalah lingkungan pertama dan terpenting bagi anak untuk tumbuh kembang, belajar nilai-nilai kehidupan, serta membentuk kepribadian.
Lebih lanjut, Kepala Diskominfo Indramayu menguraikan kekhawatiran terhadap potensi bahaya yang mengintai jika anak-anak dibiarkan mengakses gawai tanpa pendampingan. Konten negatif, paparan informasi yang tidak sesuai usia, hingga risiko kecanduan digital adalah beberapa ancaman nyata yang perlu diwaspadai.
“Gawai ibarat pisau bermata dua. Di satu sisi bisa menjadi jendela dunia untuk belajar dan berkreasi, namun di sisi lain bisa menjadi pintu gerbang ke hal-hal yang tidak diinginkan jika tidak diawasi dengan baik,” ujar Deden Boni dalam sebuah kesempatan.
Ia menambahkan bahwa pengawasan bukan berarti melarang sepenuhnya, melainkan mendampingi dan membimbing anak dalam menggunakan teknologi secara bijak dan bertanggung jawab. Orang tua perlu aktif memantau aktivitas anak di dunia maya, serta memberikan edukasi mengenai etika digital dan batasan-batasan yang perlu dipatuhi.
Deden Boni juga mengingatkan bahwa keterlibatan orang tua dalam aktivitas digital anak-anak dapat mencegah terjadinya berbagai masalah, mulai dari cyberbullying, paparan konten pornografi, hingga potensi eksploitasi online.
Selain pengawasan, peran orang tua dalam memberikan alternatif kegiatan yang lebih positif juga sangatlah vital. Mengalihkan perhatian anak dari layar gawai dengan aktivitas fisik, hobi yang mendidik, atau bahkan sekadar menghabiskan waktu berkualitas bersama keluarga dapat membantu mengurangi ketergantungan pada gawai.
Peringatan Harganas yang tahun ini mengusung tema yang relevan dengan tantangan zaman, menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat, khususnya orang tua, untuk terus berinovasi dalam mendidik anak-anak di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi yang pesat.
Deden Boni berharap, melalui imbauan ini, kesadaran masyarakat Indramayu akan pentingnya peran keluarga dalam mendampingi anak-anak menghadapi era digital semakin meningkat. Upaya bersama dari keluarga, sekolah, dan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menciptakan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan mampu memanfaatkan teknologi untuk kemajuan bangsa.
Penggunaan gawai yang bijak bukan hanya tanggung jawab anak, tetapi juga merupakan tanggung jawab kolektif yang dimulai dari lingkup terkecil, yaitu keluarga. Dengan pengawasan dan bimbingan yang tepat, gawai dapat menjadi alat pendukung yang positif bagi tumbuh kembang anak.





