KabarDermayu.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp1,16 triliun hingga April 2026. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 55,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, di mana laba yang tercatat adalah Rp744 miliar.
Laporan keuangan bulanan BTN yang dirilis pada Kamis, 21 Mei 2026, mengungkapkan bahwa pertumbuhan laba ini didukung oleh penguatan fundamental bisnis. Selain itu, efisiensi dalam biaya dana dan pengelolaan kualitas aset yang semakin baik turut berkontribusi pada capaian positif ini.
Hingga April 2026, BTN berhasil membukukan pendapatan bunga bersih (Net Interest Income/NII) sebesar Rp4,67 triliun. Angka ini tumbuh 10,35 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) jika dibandingkan dengan Rp4,23 triliun pada April 2025.
Secara bersamaan, perseroan juga menunjukkan kinerja positif dalam menekan beban bunga. Total beban bunga tercatat sebesar Rp4,41 triliun, mengalami penurunan 16,36 persen yoy dari Rp5,27 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Penurunan biaya dana ini menjadi salah satu faktor kunci yang menopang peningkatan profitabilitas BTN di awal tahun 2026.
Dari sisi operasional, BTN mencatatkan laba operasional sebesar Rp1,49 triliun. Angka ini melonjak 48,6 persen yoy dibandingkan dengan laba operasional Rp1 triliun pada April 2025. Pertumbuhan ini menegaskan efektivitas operasional bank dalam menghasilkan keuntungan.
Sejalan dengan pertumbuhan profitabilitas, fungsi intermediasi perseroan juga menunjukkan peningkatan yang solid. Hingga April 2026, penyaluran kredit BTN mencapai Rp344,07 triliun. Angka ini tumbuh 8,70 persen yoy dibandingkan dengan Rp316,54 triliun pada April 2025.
Baca juga: 19 Bulan Kepemimpinan Prabowo: Swasembada Beras dan Jagung Tercapai
Sementara itu, total aset perseroan juga mengalami peningkatan menjadi Rp445,70 triliun. Pertumbuhan aset ini mencapai 8,07 persen yoy, menunjukkan ekspansi dan penguatan posisi keuangan bank.
Di sisi pendanaan, dana pihak ketiga (DPK) BTN tercatat sebesar Rp357,83 triliun. Angka ini tumbuh 6,31 persen yoy dari Rp336,58 triliun yang dicapai pada April 2025. Pencapaian ini juga dibarengi dengan porsi dana murah (CASA) yang mencapai 50 persen dari total DPK.
Sebelumnya, Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyatakan optimismenya terhadap transformasi bisnis yang sedang dijalankan oleh perseroan. Ia meyakini bahwa transformasi ini akan terus memperkuat pertumbuhan kinerja BTN secara berkelanjutan.
Nixon menambahkan bahwa BTN juga terus memacu bisnis di luar mortgage (KPR). Langkah ini bertujuan untuk dapat memenuhi berbagai kebutuhan layanan keuangan masyarakat Indonesia secara lebih luas.
“Kami optimistis transformasi yang dijalankan BTN akan terus memperkuat fundamental bisnis perseroan. Selain menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, BTN juga akan terus memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem perumahan nasional serta menghadirkan layanan keuangan yang semakin relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Nixon.





