BTN: Strategi Akselerasi Penyaluran Kredit Perumahan Rakyat

oleh -7 Dilihat
BTN: Strategi Akselerasi Penyaluran Kredit Perumahan Rakyat

KabarDermayu.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) telah berhasil menyalurkan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sebanyak 6 juta unit kepada masyarakat yang termasuk dalam kategori desil 3. Bank yang fokus pada pembiayaan perumahan ini terus berupaya mempercepat penyaluran kredit perumahan melalui berbagai strategi.

Desil 3 merujuk pada kelompok masyarakat yang berada di urutan ke-21% hingga 30% tingkat kesejahteraan terendah secara nasional. Dalam skema bantuan pemerintah, kelompok ini dikategorikan sebagai masyarakat yang hampir miskin.

Direktur Utama Bank Tabungan Negara, Nixon LP Napitupulu, menyatakan bahwa BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR subsidi untuk desil 3 sejak program tersebut dimulai. Pernyataan ini disampaikan dalam acara Jogja Financial Festival di Jogja Expo Center (JEC) Yogyakarta, pada Minggu, 24 Mei 2026.

Nixon menjelaskan bahwa BTN memiliki dua strategi utama dalam menyalurkan kredit perumahan. Pertama adalah melalui program KPR subsidi, yang memang dirancang untuk masyarakat dengan batas penghasilan tertentu agar tepat sasaran bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR)..

Strategi kedua adalah melalui bantuan pembangunan rumah swadaya bagi masyarakat dengan penghasilan paling rendah. Bagi masyarakat di desil 1 dan 2, yang dinilai belum mampu mengakses kredit perbankan, pemerintah menyalurkan Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Nixon menambahkan bahwa program KPR subsidi ini dibantu oleh pemerintah dengan batasan maksimal pendapatan. Tujuannya adalah untuk menyasar masyarakat berpenghasilan rendah, terutama yang belum memiliki akses perbankan. Jika dibagi menjadi 10 desil, masyarakat yang paling sulit dijangkau adalah desil 1 dan 2, sementara desil 3 hingga 8 diintervensi melalui KPR.

Tahun ini, program BSPS ditargetkan menyasar sekitar 400 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia. Bantuan stimulan pembangunan swadaya ini memberikan dana sebesar Rp 20 juta hingga Rp 25 juta per rumah tangga.

Lebih lanjut, Nixon mengungkapkan bahwa pemerintah saat ini sedang mengkaji skema tenor KPR hingga 40 tahun. Tujuannya adalah untuk memperluas akses pembiayaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk desil 1 dan 2. Ini merupakan salah satu cara penetrasi bagi MBR.

Selain melalui pembiayaan rumah, BTN juga memanfaatkan digitalisasi untuk menjangkau masyarakat yang belum terjangkau akses pembiayaan bank. Nixon menilai bahwa penetrasi telepon seluler di Indonesia saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan kepemilikan rekening bank.

Nixon memberikan contoh bahwa selama lebih dari 70 tahun BTN telah menyalurkan sekitar 6 juta KPR. Namun, dalam kurun waktu kurang dari tiga tahun, pengguna mobile banking BTN sudah mencapai sekitar 5 juta akun.

Hal ini menunjukkan kemudahan akses melalui digitalisasi. Penetrasi telepon seluler yang lebih tinggi dibandingkan kepemilikan rekening bank menjadi peluang besar. BTN yang telah berusia lebih dari 70 tahun dengan 6 juta KPR, kini memiliki 5 juta akun mobile banking dalam waktu kurang dari tiga tahun.

Baca juga: Sembilan WNI yang Ditahan Militer Israel Telah Tiba di Indonesia

Menurut Nixon, jumlah pengguna KPR yang beralih ke pengguna mobile banking terus meningkat. Tingkat penetrasi layanan perbankan menjadi lebih mudah melalui perangkat seluler, yang memungkinkan pembukaan rekening dari rumah. Ini adalah cara BTN untuk mengakses masyarakat yang belum terjangkau layanan perbankan.