Cedera Bikin Tertinggal, Bintang Ducati Ini Bongkar Kelemahan yang Menghambatnya Naik Podium MotoGP

oleh -7 Dilihat
Cedera Bikin Tertinggal, Bintang Ducati Ini Bongkar Kelemahan yang Menghambatnya Naik Podium MotoGP

KabarDermayu.com – Pebalap muda tim Gresini Racing, Fermin Aldeguer, akhirnya berhasil merasakan kembali sensasi podium di MotoGP 2026. Pencapaian ini diraihnya saat berlaga di Grand Prix Catalunya, Barcelona. Namun, di balik kegembiraan tersebut, Aldeguer justru merasa performanya masih belum mencapai titik maksimal.

Aldeguer sempat menjadi sorotan pada musim sebelumnya berkat predikatnya sebagai rookie terbaik. Sayangnya, memasuki musim 2026, perjalanannya diwarnai berbagai rintangan yang signifikan.

Cedera patah tulang paha yang dialaminya saat sesi latihan di masa jeda musim dingin memaksanya harus absen dalam tes pramusim di Malaysia dan Thailand. Lebih lanjut, ia juga terpaksa melewatkan seri pembuka MotoGP yang diselenggarakan di Thailand.

Situasi ini berdampak besar pada Aldeguer, membuatnya kehilangan banyak kesempatan untuk beradaptasi dengan motor Ducati GP25 yang terkenal memiliki karakteristik sulit dikendalikan.

Meskipun demikian, performanya secara perlahan menunjukkan grafik peningkatan. Di seri Catalunya, ia berhasil finis di posisi ketiga. Posisi ini kemudian bergeser menjadi runner-up setelah Joan Mir, pebalap Honda, dikenai sanksi penalti.

Hasil tersebut menandai podium pertamanya sejak terakhir kali ia meraihnya di MotoGP Indonesia musim sebelumnya. Aldeguer mengungkapkan bahwa pencapaian ini memiliki makna emosional yang mendalam baginya, mengingat ia sempat melalui periode sulit dengan hanya bisa menyaksikan balapan dari rumah karena cedera.

“Ini sangat berarti bagi saya. Tidak mudah ketika Anda hanya di rumah melihat pebalap lain tampil maksimal sementara Anda cuma duduk di sofa,” ujar Aldeguer, seperti dikutip dari carsh.

“Saya bekerja setiap hari bersama pelatih pribadi, fisioterapis, menghabiskan banyak waktu di ruang hiperbarik. Semua itu membuat saya terus termotivasi,” lanjutnya.

Kendati berhasil kembali naik podium, Aldeguer menyadari bahwa kondisi fisiknya belum sepenuhnya prima untuk bersaing secara konsisten di tiga besar MotoGP musim ini. Ia mengidentifikasi kelemahan terbesarnya terletak pada kondisi fisik dan minimnya jam terbang dengan motor GP25.

Baca juga: Persib Masuk Daftar Hitam FIFA: Rekrutmen Pemain Terancam Tertunda

“Masalahnya ada di banyak hal. Pertama tentu karena cedera, saya kehilangan tes di Malaysia, Thailand, dan balapan pertama musim ini,” katanya.

“Kami butuh lebih banyak kilometer untuk bisa benar-benar berada di level 100 persen. Tapi perlahan kami mulai menemukan solusi,” tambahnya.

Aldeguer juga mengakui masih mengalami kesulitan saat melakukan pengereman keras menjelang tikungan tajam. Ia juga merasa belum menemukan kembali grip belakang yang optimal, sebuah keunggulan yang justru menjadi ciri khasnya musim lalu.

“Saya masih kesulitan saat motor harus berbelok rapat di tikungan. Saya juga kehilangan grip akhir yang musim lalu menjadi kekuatan terbesar saya,” ungkap rider Ducati tersebut.

Meskipun demikian, Aldeguer mulai merasakan perkembangan positif sejak balapan di Le Mans hingga Catalunya. Hal ini perlahan menumbuhkan kembali rasa percaya dirinya. Namun, ia tetap bersikap realistis mengenai targetnya untuk musim ini.

“Sejujurnya saya belum yakin punya kemampuan untuk terus finis podium di setiap balapan. Saya masih butuh waktu,” katanya.

“Saya pikir target realistis saat ini adalah konsisten finis di enam besar. Kami masih perlu waktu untuk bisa mendekati motor tim pabrikan,” sambung Aldeguer.

Selain faktor teknis motor, Aldeguer juga mengakui bahwa dirinya masih kurang percaya diri saat melibas tikungan ke arah kiri. Hal ini terutama disebabkan oleh kondisi fisiknya yang belum pulih sepenuhnya.

Kini, tantangan terbesar bagi pebalap muda Ducati ini tidak hanya sebatas pada peningkatan kecepatan, tetapi lebih kepada bagaimana ia dapat menemukan kembali kenyamanan dan kepercayaan diri setelah periode cedera yang cukup panjang.