KabarDermayu.com – PT Concord Industry terus menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan industri keramik nasional, meskipun dihadapkan pada berbagai tantangan di sektor manufaktur. Tantangan tersebut meliputi kenaikan harga gas dan pelemahan nilai tukar rupiah.
Vice Director Ceramics Tile PT Concord Industry, Herman Hamzah, menjelaskan bahwa perusahaan telah mengalami perkembangan pesat sejak didirikan pada tahun 2011 oleh Mr. Lin Kuang Ming. Berlokasi di Karawang Timur, Jawa Barat, Concord Industry memulai produksinya pada tahun 2015.
Awalnya, perusahaan fokus pada produksi keramik. Namun, seiring waktu, PT Concord Industry telah berhasil mengembangkan kemampuannya hingga mampu memproduksi granit berukuran 60×120 cm untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
“Perjalanan kami dimulai dari produksi keramik, dan kami telah berkembang hingga memproduksi granit dengan berbagai ukuran. Kami juga memiliki sejumlah merek unggulan untuk memenuhi kebutuhan konsumen di berbagai segmen pasar,” ujar Herman dalam keterangannya pada Sabtu, 6 Juni 2026.
Untuk produk keramik, PT Concord Industry menghadirkan berbagai merek terkemuka seperti Concord, Icarus, Delta, Hector, dan Gracia. Sementara itu, untuk kategori granit, perusahaan memiliki merek unggulan Concord, Pavia, dan Fortuna.
Merek Fortuna secara khusus diposisikan sebagai brand spesial yang menyasar pasar tertentu. Meskipun pasar keramik sangat kompetitif, industri keramik internasional saat ini menghadapi tekanan yang cukup besar. Salah satu faktor utama adalah kenaikan harga gas, yang merupakan komponen krusial dalam proses produksi.
Harga gas yang sebelumnya berada di kisaran US$6 per MMBTU, kini meningkat menjadi sekitar US$21 per MMBTU dan masih berpotensi mengalami kenaikan lebih lanjut. “Di sisi lain, pelemahan nilai tukar rupiah yang mendekati Rp 18.000 per dolar AS juga memberikan tekanan tambahan bagi industri,” tambah Herman.
Menurut Herman, kondisi ini memaksa para pelaku industri untuk melakukan penyesuaian harga. Hal ini dilakukan agar operasional perusahaan tetap berjalan lancar dan keberlangsungan usaha dapat terjaga.
Meskipun demikian, PT Concord Industry tetap optimis dalam menghadapi tantangan tersebut. Perusahaan terus berinovasi dengan menghadirkan produk-produk terbaru yang didukung oleh teknologi modern dan desain yang lebih inovatif.
“Kami berharap inovasi teknologi dan desain yang lebih baik dapat menjadi nilai tambah bagi konsumen, sehingga produk kami tetap kompetitif di pasar,” ungkapnya.
Herman juga berharap pemerintah dapat memberikan dukungan yang lebih besar kepada industri keramik nasional. Dukungan ini sangat penting, khususnya terkait kebijakan harga energi yang lebih kompetitif.
“Kami berharap pemerintah dapat membantu industri melalui penyesuaian harga gas agar lebih terjangkau. Daya beli masyarakat saat ini juga sedang mengalami tekanan. Produk keramik dan granit memang bukan kebutuhan primer, sehingga kenaikan harga akan sangat mempengaruhi permintaan dan kelangsungan proyek-proyek pembangunan,” jelasnya.





