Dualisme dalam Organisasi Mahasiswa Muslimin Indonesia Resmi Berakhir

oleh -7 Dilihat
Dualisme dalam Organisasi Mahasiswa Muslimin Indonesia Resmi Berakhir

KabarDermayu.com – Organisasi Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) secara resmi telah mengakhiri polemik dualisme kepemimpinan yang sempat melanda internal organisasi dalam beberapa waktu terakhir.

Kepastian tersebut muncul setelah Bobby Kurniawan menyatakan sikap untuk bergabung kembali ke dalam barisan kepemimpinan Ketua Umum Pengurus Besar (PB) SEMMI, Bintang Wahyu Saputra. Langkah ini menandai berakhirnya perpecahan sikap yang telah terjadi sejak Kongres VIII SEMMI di Surabaya pada Februari 2023.

Penyatuan kembali ini merupakan hasil dari rangkaian dialog intensif yang dilakukan oleh kedua belah pihak. Diskusi tersebut bertujuan untuk meredam dinamika internal yang sempat memicu klaim kepemimpinan ganda dalam struktur PB SEMMI untuk periode 2023–2026.

Dalam pernyataannya, Bobby Kurniawan menegaskan bahwa keputusan untuk melebur kembali diambil demi mengutamakan kepentingan organisasi dan kesejahteraan para kader di seluruh penjuru Tanah Air.

“Dinamika pasca-Kongres Surabaya adalah bagian dari proses pendewasaan kita bersama. Namun, kita sadar bahwa mempertahankan dualisme hanya akan merugikan kader di tingkat akar rumput dan membuang energi organisasi,” ujar Bobby Kurniawan pada Senin, 20 Juli 2026.

Ia menambahkan bahwa saat ini adalah momen yang tepat bagi seluruh elemen organisasi untuk kembali bersatu di bawah komando PB SEMMI di bawah kepemimpinan Bintang Wahyu Saputra. Fokus utama kini diarahkan pada masa depan organisasi agar menjadi wadah perjuangan yang lebih solid dan berkemajuan.

Menurut Bobby, energi organisasi yang sebelumnya terserap untuk urusan internal kini harus dialihkan sepenuhnya. Agenda utama yang akan diprioritaskan meliputi penguatan kaderisasi serta peningkatan peran aktif mahasiswa dalam menjawab isu-isu keumatan, kebangsaan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Ketua Umum PB SEMMI, Bintang Wahyu Saputra, menyambut baik langkah rekonsiliasi tersebut. Ia menegaskan bahwa pintu organisasi kini terbuka lebar bagi seluruh kader tanpa memandang latar belakang dinamika yang terjadi di masa lalu.

“Saya menyambut baik dan memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kesadaran serta kedewasaan berorganisasi dari Saudara Bobby beserta seluruh rekan-rekan. Penyatuan ini adalah ikhtiar bersama agar SEMMI kembali ke khittah perjuangannya,” tutur Bintang Wahyu Saputra.

Bintang menekankan bahwa prioritas ke depan adalah melakukan percepatan kaderisasi secara merata serta memperkuat akuntabilitas organisasi. Selain itu, program pemberdayaan ekonomi bagi kader akan menjadi salah satu agenda nyata yang akan dijalankan di seluruh Indonesia.

Sebagai informasi, konflik internal di tubuh SEMMI bermula dari pelaksanaan Kongres VIII di Surabaya pada awal 2023. Saat itu, terjadi perbedaan pandangan yang tajam terkait jalannya persidangan serta masalah legalitas hak suara cabang.

Perbedaan tersebut memicu polarisasi yang cukup panjang hingga melahirkan klaim kepemimpinan yang berbeda di tingkat pengurus pusat. Dampak dari ketegangan tersebut pun sempat merambat hingga ke pengurus wilayah dan cabang di berbagai daerah.

Setelah melalui proses komunikasi yang panjang dan konstruktif, kedua pihak akhirnya sepakat untuk menanggalkan perbedaan. Kini, seluruh elemen organisasi berkomitmen untuk berjalan dalam satu kepengurusan yang utuh demi fokus pada agenda-agenda strategis organisasi.