KabarDermayu.com – Pasca tuntasnya Kongres XXXIV dan Sidang Majelis Permusyawaratan Anggota (MPA) XXXIII, Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) kini memasuki babak baru di bawah kepemimpinan Christian Alesandro Delviero Rettob, atau yang akrab disapa Delvis Rettob. Sebagai Ketua Presidium Pengurus Pusat (PP) PMKRI Sanctus Thomas Aquinas periode 2026–2028, Delvis menyerukan pentingnya rekonsiliasi dan soliditas di antara seluruh kader pasca dinamika pemilihan yang sempat terjadi.
Dalam pernyataannya pada Rabu, 29 Juli 2026, Delvis menekankan bahwa perbedaan pandangan politik yang muncul selama proses suksesi adalah hal yang lumrah dalam berorganisasi. Namun, ia mengingatkan agar dinamika tersebut tidak menyisakan sekat atau perpecahan. Baginya, semangat persaudaraan merupakan fondasi utama yang harus dijaga agar PMKRI tetap kokoh sebagai wadah perjuangan mahasiswa.
“Perbedaan sikap politik jangan sampai mencederai organisasi. Mari kita kembali mengedepankan semangat persaudaraan dan menjadikan perbedaan sebagai kekuatan untuk membangun PMKRI,” tegas Delvis menanggapi dinamika internal yang sempat mewarnai kongres.
Reposisi Organisasi dan Sinergi Strategis
Langkah awal yang akan diambil oleh kepengurusan baru di bawah komando Delvis adalah melakukan reposisi organisasi agar lebih adaptif dan responsif terhadap isu-isu nasional terkini. PMKRI menyoroti pentingnya keadilan dalam pembangunan, di mana masih ditemukan adanya ketimpangan kebijakan yang belum dirasakan secara merata oleh masyarakat di berbagai pelosok daerah di Indonesia.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Delvis berencana memperkuat kolaborasi lintas sektor. PMKRI akan membuka ruang kemitraan strategis dengan pemerintah pusat, pemerintah daerah, berbagai lembaga negara, hingga organisasi sosial kemasyarakatan. Sinergi ini dianggap krusial agar suara mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata dan solusi konkret bagi permasalahan publik.
Proses Pemilihan yang Dinamis
Perlu diketahui, terpilihnya Delvis sebagai nakhoda baru PMKRI melalui proses yang cukup panjang. Pada putaran pertama pemilihan, ia berhasil unggul dengan perolehan 43 suara. Saat memasuki putaran kedua melawan kandidat dari cabang Malang, yakni Exen, situasi berubah ketika Exen memutuskan untuk meninggalkan arena persidangan.
Berdasarkan tata tertib persidangan yang berlaku dalam MPA, forum akhirnya menetapkan Delvis sebagai Ketua Presidium PP PMKRI periode 2026–2028 secara sah. Delvis pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh cabang PMKRI se-Indonesia yang telah mengawal rangkaian kongres hingga tuntas dengan semangat kekeluargaan.
Harapan Kader dari Berbagai Daerah
Terpilihnya kepengurusan baru ini memantik harapan besar dari para pimpinan cabang di daerah. Ketua PMKRI Cabang Palangka Raya, Alponsus Nuno Maria, secara khusus meminta agar jajaran pengurus pusat tidak hanya bekerja dari ibu kota, melainkan lebih proaktif turun langsung ke cabang-cabang.
- Pengurus pusat didorong untuk lebih aktif melakukan kunjungan lapangan.
- Kebijakan organisasi harus berbasis pada pemahaman mendalam atas realita di tingkat cabang.
- Peningkatan kualitas kaderisasi menjadi agenda utama yang ditunggu oleh kader di daerah.
Senada dengan hal tersebut, Ketua PMKRI Cabang Jayapura, Christo Uropmabin, memberikan catatan khusus mengenai tantangan yang dihadapi oleh masyarakat di wilayah Papua. Menurut Christo, PMKRI memiliki tanggung jawab moral untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam menyuarakan kepentingan masyarakat yang lemah dan termarginalkan.
“Pengurus baru harus memperkuat kaderisasi dan konsolidasi internal, sekaligus memberi perhatian terhadap berbagai persoalan di Papua. PMKRI harus tetap hadir untuk menyuarakan kepentingan masyarakat serta memperjuangkan mereka yang lemah dan kurang didengar,” pungkas Christo.
Dengan visi baru dan dukungan dari berbagai cabang, PMKRI di bawah kepemimpinan Delvis Rettob diharapkan mampu membawa perubahan signifikan, baik dalam penguatan internal organisasi maupun dalam perannya sebagai mitra kritis pemerintah dalam membangun bangsa yang lebih adil dan merata.





