KabarDermayu.com – Proses seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat Provinsi Sulawesi Selatan untuk tahun 2026 kini menjadi pusat perhatian publik. Munculnya dugaan ketidaktransparanan dalam penentuan peserta yang berhak mewakili Sulsel ke tingkat nasional telah menimbulkan berbagai polemik.
Perdebatan semakin memanas setelah nama salah satu peserta asal Makassar, Cathlyn Yvaine Lesmana, dikabarkan tersingkir dari daftar calon utusan nasional. Padahal, ia disebut-sebut memiliki nilai yang tinggi dalam berbagai tahapan seleksi yang telah dilalui.
Berikut adalah rangkuman fakta terkait ajang pemilihan seleksi Paskibraka Pemprov Sulsel 2026 yang menjadi sorotan, mulai dari dugaan kecurangan hingga isu transparansi yang menjadi perbincangan hangat.
1. Nama Cathlyn Disebut Dicoret dari Kandidat Nasional
Polemik ini bermula ketika nama Cathlyn Yvaine Lesmana tidak masuk dalam daftar akhir utusan Paskibraka nasional. Hal ini menjadi pertanyaan besar, terutama bagi para alumni dan peserta Paskibraka lainnya, mengingat Cathlyn sebelumnya dikabarkan menjadi salah satu kandidat kuat dengan perolehan nilai tinggi.
2. PPI Makassar Ungkap Dugaan Kejanggalan
Menyikapi hal tersebut, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Makassar mulai mengungkap adanya sejumlah dugaan kejanggalan dalam proses seleksi. Mereka menyoroti adanya perubahan hasil akhir serta minimnya keterbukaan dalam penilaian peserta.
PPI mendesak adanya penjelasan resmi mengenai mekanisme penentuan peserta yang akhirnya lolos ke tingkat nasional.
3. Isu Transparansi Ramai di Media Sosial
Kabar mengenai dugaan kejanggalan ini dengan cepat menyebar di media sosial. Berbagai komentar dari masyarakat dan alumni Paskibraka membanjiri platform tersebut, banyak di antaranya mempertanyakan proses penilaian yang dianggap kurang transparan.
Beberapa unggahan bahkan secara terang-terangan menyinggung dugaan perlakuan tidak adil dalam rangkaian seleksi.
4. Dugaan “Orang Dalam” Ikut Muncul
Di tengah memanasnya polemik, isu mengenai keterlibatan “orang dalam” dalam penentuan peserta juga mulai mencuat. Meskipun belum ada bukti resmi yang mendukung tuduhan ini, isu tersebut semakin memperkeruh suasana dan memicu perdebatan publik yang lebih luas.
5. Pemprov Sulsel Bantah Ada Kecurangan
Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tidak tinggal diam menanggapi polemik yang berkembang. Pihak Pemprov memberikan klarifikasi tegas, menyatakan bahwa proses penentuan utusan Paskibraka nasional telah dilakukan secara objektif dan sesuai dengan aturan yang berlaku.
Mereka menegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi telah mengikuti standar yang ditetapkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
6. Seleksi Disebut Didampingi Tim Pusat
Lebih lanjut, Pemprov Sulsel menjelaskan bahwa proses seleksi ini tidak berjalan secara sepihak. Tahapan penilaian diklaim telah mendapat pendampingan langsung dari tim pusat, sehingga keputusan akhir yang diambil bersifat kolektif.
Penjelasan ini disampaikan untuk menepis anggapan adanya manipulasi dalam proses seleksi Paskibraka.
Meskipun demikian, polemik yang telanjur viral ini telah mendorong banyak pihak untuk menuntut adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem seleksi Paskibraka di tingkat daerah. Keterbukaan dalam proses penilaian dinilai sangat penting agar tidak menimbulkan kecurigaan dan dapat menjaga kepercayaan publik terhadap seleksi generasi muda berprestasi.
Baca juga: Kompor Sambar Bensin, Toko Kelontong Haurgeulis Ludes Terbakar
Hingga kini, isu seleksi Paskibraka Sulsel 2026 masih menjadi perbincangan hangat di berbagai platform media sosial. Publik menantikan penjelasan yang lebih rinci dari pihak-pihak terkait agar polemik yang berkembang tidak terus memicu spekulasi di tengah masyarakat.





