Gibran Akui Program MBG Punya Kekurangan, Korupsi Harus Diberantas

oleh -4 Dilihat
Gibran Akui Program MBG Punya Kekurangan, Korupsi Harus Diberantas

KabarDermayu.com – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menekankan pentingnya program Makan Bergizi Gratis (MBG) agar diprioritaskan di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Hal ini disampaikan Gibran saat dialog dengan para wali murid dan masyarakat di SD Wolomoni, Desa Niowula, Kecamatan Detusoko, Kabupaten Ende, Nusa Tenggara Timur. Kunjungan ini dilakukan seusai Gibran meninjau kesiapan pelaksanaan program MBG di sekolah tersebut.

“MBG akan lebih tepat sasaran jika difokuskan di area 3T,” ujar Gibran, mengutip Antara pada Jumat, 19 Juni 2026.

Menurut Gibran, wilayah seperti Desa Niowula yang lokasinya cukup jauh dari pusat perkotaan justru paling membutuhkan program ini.

Oleh karena itu, pemerintah akan mempercepat berbagai proses pendukung agar MBG segera dapat berjalan. Gibran menyebutkan bahwa dapur MBG yang telah siap dibangun harus segera mendapatkan perizinan dan uji kelayakan agar dapat beroperasi.

“Area-area yang seperti ini itu justru yang paling membutuhkan MBG. Makanya tadi kalau dapurnya sudah siap, ya ini otomatis harus kita percepat perizinannya. Karena saya yakin adik-adik yang di belakang saya ini butuh sekali yang namanya MBG dan saya yakin nanti akan meringankan beban ibu-ibu yang ada di sini,” jelas Gibran.

Dalam dialog tersebut, Gibran menerima informasi bahwa dapur MBG di Desa Niowula telah selesai dibangun. Namun, fasilitas tersebut masih menunggu inspeksi dan uji kelayakan dari pemerintah pusat.

Selain menyoroti percepatan pelaksanaan program, Gibran mengakui bahwa MBG masih menghadapi sejumlah tantangan yang memerlukan perbaikan. Fokus utama adalah pada tata kelola dan pengawasan program.

“Saya sadar MBG ini masih banyak kekurangannya. Ini memang ke depan harus lebih banyak lagi perbaikan. Tata kelolanya diperbaiki biar lebih efisien, jangan lagi ada pengadaan-pengadaan barang yang tidak sesuai, dan yang paling penting praktik-praktik korupsinya harus dihilangkan,” tegasnya.

Gibran menambahkan bahwa masa libur sekolah akan dimanfaatkan oleh pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG.

“Kemarin sudah disampaikan Bu Kepala BGN yang baru dan juga Bu Wakil Kepala BGN, kita ini sekarang ada jeda waktu libur sekolah. Saya kira itu waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh, terutama terkait tata kelola di BGN ini,” tuturnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah akan terus memperbaiki tata kelola program agar lebih tepat sasaran dan bebas dari praktik korupsi.

“Ke depan akan terus kita perbaiki agar lebih tepat sasaran dan yang namanya praktik-praktik korupsi agar tidak terjadi lagi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Gibran menekankan pentingnya pelibatan berbagai unsur masyarakat dalam pelaksanaan MBG. Hal ini mencakup orang tua, sekolah, siswa sekolah menengah kejuruan bidang tata boga, serta organisasi kemasyarakatan dan keagamaan.

Ia menambahkan, fokus pemerintah pada wilayah 3T sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Arahan tersebut bertujuan untuk memastikan pembangunan tidak lagi berorientasi pada wilayah tertentu, melainkan menjangkau seluruh daerah secara merata.

“Tadi yang kita highlight adalah kesenjangannya ya. Jadi sekarang yang namanya pembangunan itu sudah tidak lagi Jawa sentris, tapi Indonesia sentris,” tuturnya.