KabarDermayu.com – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) pada perdagangan hari ini, 4 Juni 2026, mengalami penurunan menjadi Rp 2.759.000 per gram. Angka ini tercatat lebih rendah Rp 15.000 per gram dibandingkan dengan harga pada perdagangan kemarin.
Berdasarkan data dari Unit Bisnis Pengolahan dan Pemurnian Logam Mulia Antam yang dirilis pada Kamis, 4 Mei 2026, harga pembelian kembali atau buyback emas ditetapkan sebesar Rp 2.571.000 per gram. Perlu dicatat bahwa harga emas Antam dapat berubah sewaktu-waktu.
Untuk ukuran emas batangan yang dijual Antam, variasi harga juga ditawarkan. Emas lima gram dibanderol seharga Rp 13.570.000, sementara emas sepuluh gram dijual seharga Rp 27.085.000. Untuk ukuran 25 gram, harganya mencapai Rp 67.587.000, dan emas 50 gram dijual seharga Rp 135.095.000.
Lebih lanjut, emas dengan berat 100 gram dibanderol Rp 270.112.000. Untuk ukuran yang lebih besar, emas 250 gram dijual seharga Rp 675.015.000, dan emas 500 gram dibanderol Rp 1.349.820.000.
Adapun untuk ukuran emas terkecil yang tersedia dari Antam pada hari ini adalah 0,5 gram yang dibanderol seharga Rp 1.429.000. Sementara itu, ukuran terbesar yaitu 1.000 gram dihargai senilai Rp 2.699.600.000.
Penting untuk diketahui bahwa harga penjualan emas batangan Antam tersebut belum termasuk komponen pajak. Sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, setiap transaksi penjualan emas dikenakan potongan pajak.
Untuk transaksi penjualan kembali emas batangan ke PT Antam Tbk dengan nilai di atas Rp 10 juta, akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Sementara itu, bagi yang tidak memiliki NPWP, tarif PPh 22 yang dikenakan adalah sebesar 3 persen. PPh 22 ini akan dipotong langsung dari total nilai transaksi buyback.
Emas Global Bervariasi
Sementara itu, pergerakan harga emas di pasar global pada perdagangan pagi ini menunjukkan variasi. Para investor saat ini tengah mencermati perkembangan gencatan senjata parsial antara Hizbullah dan Israel. Selain itu, perhatian juga tertuju pada penantian rincian lebih lanjut mengenai negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran, di tengah meningkatnya kekhawatiran pasar mengenai inflasi dan potensi kenaikan suku bunga oleh bank sentral Amerika Serikat.
Dikutip dari laporan The Economic Times, harga emas di pasar spot terpantau stagnan atau tidak mengalami perubahan, bertahan di level US$4.484,49 per ounce. Di sisi lain, kontrak berjangka emas Amerika Serikat tercatat mengalami kenaikan sebesar 0,2 persen, mencapai US$4.514,3 per ounce.





