KabarDermayu.com – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, memberikan jaminan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia tetap berada dalam kondisi yang terjaga, meskipun saat ini dunia tengah menghadapi gejolak kenaikan harga minyak mentah global.
Dalam keterangannya, Purbaya mengakui bahwa dinamika harga energi global secara langsung memengaruhi ruang fiskal nasional. Ketika Harga Minyak Dunia sempat mengalami penurunan beberapa waktu lalu, pemerintah memang memiliki fleksibilitas lebih untuk menambah alokasi belanja, baik untuk kebutuhan kementerian/lembaga maupun dana transfer ke daerah.
Namun, dengan adanya tren penguatan harga minyak kembali, Purbaya menjelaskan bahwa ruang fiskal tersebut kini menjadi lebih terbatas. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kondisi ini tidak membahayakan stabilitas APBN secara keseluruhan karena pemerintah telah mengantisipasi berbagai skenario ekonomi.
“Masih tetap kuat. Artinya sekarang kalau harga minyak naik lagi, ruang fiskal kita memang jadi lebih terbatas saja. Namun, ini bukan keadaan yang benar-benar baru, sehingga tidak membahayakan APBN,” ujar Purbaya pada Minggu, 26 Juli 2026.
Pemerintah juga memastikan bahwa lonjakan harga minyak mentah global tidak akan mengganggu pelaksanaan paket stimulus ekonomi yang direncanakan untuk semester II-2026. Menurut Purbaya, perancangan anggaran stimulus tersebut sejak awal telah memperhitungkan asumsi harga minyak yang tinggi, yakni di kisaran 100 dolar AS per barel.
Terkait harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Purbaya menegaskan komitmen pemerintah untuk menjaga agar harganya tetap stabil sesuai dengan ketetapan yang berlaku saat ini. Presiden Prabowo Subianto dikabarkan telah memberikan arahan khusus agar tim ekonomi melakukan simulasi mendalam terhadap berbagai skenario harga minyak mentah.
Sebagai informasi tambahan, pasar komoditas global mencatat lonjakan signifikan pada perdagangan Kamis, 23 Juli 2026. Harga minyak mentah jenis WTI dilaporkan melonjak lebih dari 6 persen hingga berada di atas US$92 per barel. Sementara itu, minyak jenis Brent juga mengalami kenaikan serupa dengan menembus angka US$100 per barel, yang tercatat sebagai level tertinggi sejak awal Juni 2026.
Konteks Ekonomi Global:
- Harga minyak mentah (crude oil) menjadi salah satu indikator utama dalam kesehatan APBN negara pengekspor maupun pengimpor minyak.
- Bagi Indonesia, fluktuasi harga minyak mentah dunia memengaruhi besaran subsidi energi yang harus ditanggung oleh APBN.
- Pemerintah secara konsisten melakukan manajemen fiskal untuk menyeimbangkan antara perlindungan daya beli masyarakat melalui subsidi dan menjaga defisit anggaran tetap dalam batas aman yang ditetapkan undang-undang.





