KabarDermayu.com – Teknologi 5G dipandang sebagai fondasi krusial yang akan mendorong inovasi kecerdasan buatan (AI) serta ekonomi digital, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
Menurut Direktur Utama Ericsson Indonesia, Nora Wahby, konektivitas yang ada saat ini, seperti 4G dan teknologi tradisional lainnya, tidak lagi memadai untuk mendukung pengembangan AI di masa depan.
Nora menegaskan bahwa 4G dan WiFi tidak dapat diandalkan untuk pengembangan kecerdasan artifisial yang membutuhkan konektivitas lebih canggih.
Ia menjelaskan bahwa berbagai aplikasi dan perangkat berbasis AI memerlukan dukungan konektivitas dengan latensi rendah dan kemampuan uplink yang baik.
Karakteristik tersebut saat ini hanya dapat dipenuhi oleh teknologi konektivitas 5G. Oleh karena itu, implementasi 5G yang lebih merata dan luas menjadi langkah strategis yang perlu segera dilakukan Indonesia.
Laporan dari organisasi operator seluler global, GSMA, memproyeksikan bahwa implementasi 5G dapat berkontribusi sebesar US$41 juta atau sekitar Rp711 miliar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dalam periode 2024-2030.
Untuk memaksimalkan potensi teknologi 5G, Nora mengidentifikasi tiga area prioritas yang harus menjadi fokus perhatian Indonesia.
Pertama, Indonesia perlu segera melakukan pemerataan infrastruktur digital 5G. Hal ini penting untuk mendorong lahirnya berbagai inovasi baru, seperti di sektor industri 4.0, pemerintahan digital, digitalisasi UMKM, serta tumbuhnya perusahaan-perusahaan rintisan.
Area prioritas kedua adalah menghadirkan tata kelola spektrum frekuensi yang lebih baik. Tujuannya agar lebih banyak ruang tersedia untuk mengakomodasi penggunaan 5G secara nasional.
Nora menekankan bahwa di negara kepulauan seperti Indonesia yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau, strategi spektrum yang tepat akan meningkatkan konektivitas yang inklusif.
Selain itu, hal ini akan memastikan kualitas jaringan yang baik, mempermudah pembayaran digital, serta mendukung sektor-sektor vital seperti pendidikan, pemerintahan, dan layanan perbankan.
Adapun prioritas ketiga, yaitu pentingnya kolaborasi antara pemerintah dengan para pemangku kepentingan lainnya. Kolaborasi ini bertujuan untuk mengoptimalkan ekosistem digital yang ada pasca penerapan 5G secara masif.
Teknologi 5G berperan sebagai pondasi untuk meningkatkan kapabilitas AI, yang pada gilirannya akan memberikan dampak signifikan bagi ekonomi digital Indonesia.
Saat ini adalah momentum yang tepat untuk mempercepat pemanfaatan teknologi ini melalui penyiapan kebijakan yang mendukung, penciptaan ruang investasi, dan penguatan ekosistem.
Dengan langkah-langkah tersebut, pertumbuhan ekonomi digital Indonesia diharapkan dapat terus terjaga.
Nora mengingatkan bahwa tanpa transformasi teknologi konektivitas menuju 5G, pertumbuhan AI dan akselerasi ekonomi digital berisiko tidak berjalan optimal.
Baca juga di sini: Bhayangkara FC Punya Taktik Jitu Meski Persib Dianggap Terkuat
Ia mendorong Indonesia untuk segera menangkap peluang dan tidak kehilangan momentum agar dapat mempertahankan tren pertumbuhan digital yang positif melalui implementasi 5G.





